Mangkuk (20)
Oleh Wak Amin
"GIMANA Mam?"
Si gadis gelisah ...
"Udah kita tanya ke petugas security aja say, yuk!"
"Dimana Mam?"
"Tanya ke cowok itu aja," kata sang mama.
Serba lancar ...
Selang lima menit kemudian ibu dan anak ini sudah nyampe ke pos security ..
Entah bagaimana, si petugas lang sung ambil speaker dan bilang ..
"Dicari pria muda, Sofyan nama nya. Tinggi berambut ikal hitam mengkilat ...
Ditunggu kedatangannya oleh ibu nya atas nama Anisah di pos secu rity dekat pintu keluar-masuk se belah kiri .."
Karena kencang suaranya, dan diu lang-ulang, membikin kaget Sofyan, sang anak.
Dengan berat hati obrolan asyik ber henti sementara waktu ini ...
"Kenapa sih Mama. Dipanggil-pang gil segala. Kayak anak kecil aja. Aku kan udah gede. Apa salahnya cari pacar," omelnya, setengah ber lari menghampiri pos security.
Bu Anisah, tanpa basa-basi lagi, memeluk haru Sofyan. Dia takut kehilangan anak bujangnya itu ..
"Kemana aja kamu sih. Mama kuatir deh. Kalau sampe ilang gimana coba. Papamu sudah enggak aggak ada tau ..."
Geram bercampur sayang, Bu Ani sah memeluk dan mencium si bujang berulangkali.
"Jangan tinggalkan Mama sayang," ucap Bu Anisah lirih.
Dia menangis sesunggukan ..
Membuat pengunjung mal bersim pati. Ada yang ikut menangis, ter haru dan ikut menenangkan Bu Sufyan.
Tak jauh dari pos security, Mr Ja ngo dan William ikut mendengar dan menyaksikan adegan menyentuh hati itu ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar