Senin, 10 Desember 2018

Tangisan Rasulullah (6)

Tangisan Rasulullah (6)
Oleh aminuddin





Menjauhi Urusan Dunia




SEPANJANG hayatnya, Usman be nar-benar menjauhi urusan dunia.


____
USMAN bin Mazh'un, satu nama ini tidak bisa diabaikan dalam sejarah Islam. Dia menempati urutan ke-14 dari golongan sahabat generasi awal pemeluk Islam (assabiqunal awwalun).

Peranannya sangat besar di sisi Rasulullah Muhammad SAW. Bersama para sahabat lainnya, Usman ditempa siksaan dari mere ka yang membenci Rasulullah.

Meski begitu, Usman mendapat ka runia berupa hati yang tabah dan kezuhudan yang tinggi.

Alhasil, siksaan apapun yang dia alami tak ada pengaruhnya atas keyakinannya memeluk Islam.

Ketika Rasulullah memerintahkan sebagian kaum Muslim berhijrah dari Mekah ke Habsyah, kini Afrika, Usman memenuhi perintah itu tanpa keraguan.

Dia pun dipilih Rasulullah sebagai pemimpin rombongan hijrah pertama umat Islam.

Hijrah pertama umat Islam ke Habsyah penuh dengan risiko. Kaum Quraisy tentu menghalangi hijrah tersebut, bahkan tega membunuh umat Islam.

Karena iman yang sangat tinggi dan kemuakan terhadap penyem bahan berhala, Usman pun siap menghadapi bahaya yang mengha dang meskipun sendirian.

Melihat begitu pedihnya perjuangan Usman membawa rombongan ke Habsyah, Rasulullah kemudian mengajak umat Islam berhijrah ke Madinah.

Usman pun diajak ikut serta ..

Umat Islam pun bisa beribadah dan menjalani kehidupan dengan tenang. Mereka pun melanjutkan kehidupan dengan nyaman.

Suatu hari, Usman memasuki masjid. Ada Rasulullah dan para sahabat di dalamnya. Pandangan Rasulullah langsung tertuju pada Usman.

Rasulullah tersentuh hingga menangis melihat Usman. Tangis juga dialami para sahabat saat Usman datang.

Pria itu berjalan masuk ke dalam masjid dengan wajah tenang. Tak ada keresahan dalam jiwanya.

Sementara pakaiannya begitu lu suh, bahkan ada tambalan kulit unta di beberapa bagian.

Pakaian itu sama sekali tidak mem buatnya malu di depan sahabat lainnya. Dia juga tidak berharap mendapat pujian dari orang lain.

Ketakwaannya mengalahkan sega la dorongan duniawi. Ridha Allah adalah satu-satunya harapannya.

Kesederhanaan tidak pernah hilang pada diri Usman, hingga ia meninggal.

Saking cintanya pada Usman, Rasulullah menangis melepas kepergian sahabat yang begitu zuhud, dan mungkin tidak bisa ditiru orang di zaman ini.

" Semoga Allah memberimu rah mat, Wahai Abu Saib (Usman). Eng kau tinggalkan dunia sebelum eng kau menikmatinya dan sebelum dunia memperdayamu," ucap Rasulullah SAW.

Kemudian Rasulullah mencium kening jenazah Usman, hingga basah oleh air mata sang Nabi.








___

https://m.dream.co.id > orbit > usman-bin ..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar