Rabu, 19 Desember 2018

Menulis Buku (4)

Menulis Buku (4)
Oleh aminuddin


2.6. Ketidakmampuan Penulis Bekerja Sama dengan Penerbit.

Ada calon penulis yang tidak dapat menerima aturan kerja sama yang ditetapkan penerbit, dan yang lebih buruk lagi, bahkan ada penulis-penulis yang sudsh curiga lebih dahulu sebelum mengadakan kerja sama.

Di sini perlu diingat bahwa keeja sama adalah hubungan yang dilandasi oleh adanya kepercayaan. Penulis yang tidak memercayai penerbit disarankan untuk langsung saja membawa naskahnya kepercetakan dan mencetak naskahnya dengan biaya sendiri.

2.7. Ketidakmpuan Penulis Menghadapi Kritik.

Setelah naskah disusun, seorang penulis bisa jadi menerima kritik atas isi naskah tersebut. Kritik bisa bervariasi mulai dari yang ringan sampai yang hebat, dan kritik itu bisa berasal dari berbagai pihak: pembaca, pakar, praktisi, pemakai, editor, penerbit, kawan, sahabat dan lain sebagainya.

Beberapa kritik disampaikan karena si pengeritik merasa perlu memberi kan kritik agar tulisan orang yang dikritiknya semakin sempurna.

Kita harus proporsional menghadapinya ..

Namun, jika kritik itu disampaikan lantaran seseorang itu tidak senang dengan karya atau prestasi kita selaku penulis, maka kita mengha dapinya dengan rendah hati dan berlapang dada.

Kita tak perlu mempertahankan gagasan kita secara arogan, mes kipun kita harus mengakomodasi kritik mereka.

Kita tak perlu berkecil hati atau merasa kesal karena kita sendiri yang akan memutuskan apakah kritik itu kita terima atau tolak.

Kita harus menjadikan kritik untuk membangun diri, baik lahir maupun batin ...


Alasan Menulis Buku

1. Membiasakan Diri Berpikir Sistematis.

Sebranek (2001) dan Alwasilah (2005) mengatakan ..

Ada beberapa alasan mengapa menulis itu bagus, di antaranya, menulis mendorong kita berpikir secara sistematis. Menuliskan gagasan baru membantu kita memahami hal tersebut dengan baik. Dengan demikian, kita bisa berbagi pengalaman; kamampuan kita dalam belajar juga meningkat.

2. Membagikan Keahlian.

Selaku orang yang memiliki keah lian, selayaknya kita dengan sena ng hati memberikan atau mewaris kan ilmu kita kepada orang lain da lam bentuk tulisan.

Hal ini dikarenakan bila tidak ditulis maka keahlian kita hanya bisa diba gikan dengan cara tatap muka seperti mengajar, melatih, melakukan workshop atau lokakarya, seminar dan  sebagainya.

Hal ini akan terhenti ketika kita su dah pensiun atau tidak aktif lagi bekerja. Kita tidak bisa lagi membagikan ilmu kita.

Ilmu kita akan hilang tak berbekas, tak berguna bagi kemaslahatan bersama ...

3. Aktivitas Menyehatkan.

Dengan menuliskan keluhan anda, misalnya, anda telah mengeluarkan setidaknya sebagian energi negatif dari tubuh anda.

Bayangkan bila apa yang anda tulis ternyata berpotensi untuk dijual (untuk tulisan seperti memoar).

Jadi, mari kita cegah stress yang bisa menimbulkan berbagai penya kit itu dengan menulis.

4. Menghindari Aktivitas Negatif.

Seorang penulis tidak akan meng gunakan waktunya sia-sia dengan, misalnya, menggunjingkan orang la in, menunda-nunda pekerjaan, dan lain sebagainya.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar