Tuyul dan Fulus (6)
Oleh aminuddin
Dampak Pesugihan
MAKAM Ngujang, Tulungagung, Ja wa Timur, sudah lama dikenal seba gai tempatnya orang memuja pesu gihan tuyul. Ini adalah kisah seo ra ng penganut pesugihan di tempat ini yang tubuhnya kurus kering aki bat menyusui tuyul yang dipeliha ranya.
Di zaman serba ma terialistik ini, orang terkadang rela melakukan apa saja. Tak peduli, ja lan yang ditempuh sesat atau hi tam, yang penting baginya adalah bisa hidup enak dan mewah.
Namun apalah arti hidup bergeli mang harta jika didapat dengan cara yang tidak halal. Apalagi jika di kemudian hari harta yang melim pah itu akan menyiksa lahir batin tanpa batas waktu.
Srikaya, sebut saja namanya. Meski di masa mudanya kaya raya, ia ti dak terlihat sumringah atau segar bila dipandang mata. Padahal ia se benarnya bisa makan enak, mem beli berbagai macam pakaian dan perhiasan bisa dilakukan dengan mudah.
Namun, di usianya yang belum tua, ia justru terlihat ringkih seperti ora ng yang tengah sakit-sakitan. Peri hal itu, tidak banyak orang yang ta hu jika ia sebenarnya penganut pe sugihan sejenis tuyul yang setiap malam minta disusuinya.
Pada saat di hari tuanya, bahkan Srikaya terlihat semakin renta saja. Tak hanya tubuhnya, penglihatan dan pendengarannya juga tidak be gitu jelas.
Karena itu, jika berbicara dengan nya harus ekstra keras yang diser tai dengan menggunakan bahasa isyarat untuk memudahkan wanita tua ini menangkap maksud pembi caraan.
Kini di hari tuanya, Srikaya hidup sebatang kara di sebuah desa di Tulungagung, yang berbatasan dengan Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Penulis mengetahui keberadaan Srikaya dan jauh-jauh datang ke tempat tinggalnya setelah seorang rekan mengirimkan sebuah pesan yang isinya cukup menarik untuk ditelusuri.
Yakni mengenai kehidupan wanita ini yang katanya pernah menganut sebuah pesugihan tuyul yang diperolehnya di daerah Tulungagung, yakni di Makam Ngujang , Ngantru.
Tapi, saat Srikaya ditemui penulis, ia mulanya menolak permintaan mengobrol mengenai masa lalunya yang kelam tersebut.
Berkali-kali ia mengatakan bahwa itu masa lalu, tidak perlu diingat-ingat lagi.
Seorang rekan yang sudah bebera pa kali mengunjungi nenek tua ini mengatakan harus cukup sabar un tuk bisaa menggali cerita darinya.
Rekan yang mantan wartawan itu sebenarnya sudah banyak meng gali informasi mengenai masa lalu nenek tua itu. Tapi, untuk meya kinkan penulis, ia minta untuk me nanyakan sendiri atau barangkali ada data-data yang masih kurang lengkap untuk digali lagi dari nenek Srikaya tersebut.
Menurut si rekan, Srikaya terpaksa melakukan pesugihan tuyul sebab hidup nya selalu didera kemiskinan. Kakek neneknya miskin, begitu juga ibu dan bapaknya.
Bahkan ketika Srikaya muda ini menikah ia justru mendapatkan seorang suami yang berasal dari keluarga miskin. Yang lebih menya kitkan, suaminya itu ternyata seo rang pemalas dan suka main judi.
Perihal hobi suaminya ini, Srikaya sering dibuat sakit hati. Tak hanya sakit hati akibat jarang diberi uang belanja, uang hasil kerjanya sendiri terkadang masih saja dirampasnya.
____
- AlaMisteri.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar