Senin, 09 September 2019

Bola Pingpong (16)

Bola Pingpong (16)
Oleh Wak Amin





DI pojok bar ...

"Ternyata selama ini hoaks Bos," ka ta pria berotot penuh tato, bernama Mark.

Ha ha ha ...

"Hoaks gimana Mark, Mark."

"Si Maria itu Bos. Kata Bos wanita super. Taunya kena peluru langsung klepek-klepek ..."

Ha ha ha ...

Pelayan perempuan membawa dua botol bir besar.

Pesanan kelima ...

Berarti sudah empat botol bir dimi num. Belum mabuk juga. Masih wa ras dan ketawa lebar.

Kriiiing ...

Telepon masuk. Seorang informan melaporkan Maria masih hidup. Ki ni dirawat di rumah sakit.

"Oke. Terima kasih. Selamat ma lam.

Telepon ditutup ...

" Gimana Bos?" Tanya Mark dan ke tiga rekannya.

"Masih hidup ternyata," ucap Bos Arfan. Ingin sekali dia memukul meja bar seandainya tak banyak pengunjung di bar malam itu.

"Maria Bos?"

"Siapa lagi kalau bukan dia kutu busuk ..."

Mata memerah. Marah besar. Sege las besar bir diseruput habis.

"Kalian berempat harus tuntaskan si Maria itu malam ini," perintah Bos Arfan.

"Siap Bos."

"Kalau sampai gagal, saya yang akan tuntaskan kalian .."

"Siap Bos."

"Cepat kerjakan!"

"Ai ai Bos ..."

Di rumah sakit tempat Maria dira wat dijaga ketat oleh anggota pa sukan keamanan.

Selain Presiden Bais, beberapa peja bat penting sudah membezuk, di antaranya Pangsar Yauman, Jen deral Sutarman.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar