Lafadz An-Nisaa' (2)
6. Ayat 22 :
"Walaa tankihuu maa nakaha aabaa-ukum minan nisaa-i illaa maa qad salaf. Innahuu kaana faahisyataw wamaqtaa. Wasaa-s sabiilaa."
(Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).
7. Ayat 24 :
"Walmuhshanaatu minan nisaa-i illaa maa malakat aimaanukum. Kitaabullaahi 'alaikum wauhilla lakum maa waraa-a zaalikum an tabtaghuu biamwaalikum muhshiniina ghaira musaafihiin. Famas tamta'tum bihii minhunna fa aatuuhunna ujuurahunna fariidhah. Walaa junaaha 'alaikum fiimaa taraadhaitum bihii min ba'dil fariidhah. Innallaaha kaana 'aliiman hakiimaa."
(Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (a8). (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (a9) (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campur) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya (a10). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana).
8. Ayat 25 :
"Wamallam yastathi' minkum thaulan ayyankihal muhshanaatil mukminaati famim maa malakat aimaanukum min fatayaatikumul mukminaat. Wallaahu a'lamu bi iimaanikum. Ba'dhukum min ba'dh. Fankihuu hunna bi izni ahlihinna wa aatuuhunna ujuurahunna bil ma'ruufi muhshanaatin ghaira musaafihatiw walaa muttakhizaati akhdaan. Faizaa uhshinna fain ataina bifaahisyatin fa'alaihinna nishfu maa 'alaal muhshanaati minal 'azaab. Zaalika liman khasyiyal 'anata minkum. Wa an tashbiruu khairul lakum. Wallaahu ghafuurur rahiim."
(Dan barangsiapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beri man, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimanan mu; sebagian kamu adalah dari sebagian yang lain (a11), karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuannya, dan berilah mas kawinnya menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo
hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyarakatan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).
_______
(a8) Maksudnya budak-budak yang dimiliki yang suaminya tidak ikut tertawan bersama-samanya.
(a9) Ialah selain dari macam-macam wanita yang tersebut dalam ayat 23 dan 24 Surat An-Nisaa'.
(a10) Ialah menambah, mengurangi atau tidak membayar sama sekali mas kwin yang telah ditetapkan.
(a11) Yakni orang merdeka dan bu dak yang dikawininya itu adalah sama-sama keturunan Adam dan Hawa serta sama-sama beriman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar