51. QS At-Taubah (128) Ayat 128 :
(Laqad jaa-akum rasuulum min anfusihim 'aziizun 'alaihi maa 'anittum hariishun 'alaikum bil mu-'miniina ra-uufur rajiim).
"Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin."
52. QS 3 (Ali Imran) Ayat 144 :
(Wamaa muhammadun illaa rasuul. Qad khalat min qablihir rusul. Afa-im Madara aw qutilan qalabtum 'alaa a'qaakum. Wamay yanqalib 'alaa 'aqibaihi falay yadhurrullaaha syai-an. Wasajzillaahusy syaakiriin)
"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul (a24). Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu be rbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur."
53. QS Al-Hijr (15) Ayat 6-7 :
(Waqaaluu Yaa ayyuhal laziin yunzila 'alaihiz zikru innaka lamajnuun).
(Law maa ta-'tiinaa bil malaa-ikati in kunta minash shaadiqiin).
"Mereka berkata : "Hai orang yang ditu runkan Al-Quran kepadanya, sesungguh nya kamu benar-benar orang yang gila (a25)."
" Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika kamu terma suk orang-orang yang benar?"
_______
(a24) Maksudnya, Nabi Muhammad SAW adalah seorang manusia yang di angkat Allah SWT menjadi Rasul. Rasul-rasul sebelumnya telah wafat. Ada yang wafat karena terbunuh, ada pula karena jatuh sakit biasa.
Karena itu, Nabi Muhammad SAW juga akan wafat seperti halnya rasul-rasul yang terdahulu itu. Di waktu berkeca muknya Perang Uhud tersiarlah berita bahwa Nabi Muhammad SAW mati terbunuh.
Berita ini mengacaukan kaum muslimin sehingga ada yang bermaksud meminta perlindungan kepada Abu Sufyan (pemimpin kaum Quraisy). Sementara itu orang-orang munafik mengatakan kalau Muhammad itu seorang Nabi tentulah dia tidak akan mati terbunuh.
Maka Allah SWT menurunkan ayat ini untuk menentramkan hati kaum muslimin dari membantah kata-kata orang-orang munafik itu. (Shahih Bukhari Bab Jihad).
Abu Bakar ra mengatakan ayat ini terjadi pula kegelisahan di kalangan sahabat di hari wafatnya Nabi Muhammad SAW untuk menentramkan Umar Ibnul Khattab dan sahabat-sahabat yang tidak percaya tentang kewafatan Nabi itu. ,(Shahih Bukhari Bab Ketakwaan Sahabat).
(a25) Kata-kata ini digunakan oleh orang-orang kafir Mekah kepada Nabi Muham mad SAW sebagai ejekan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar