Kamis, 16 Januari 2020

Muhammad Rasulullah (27)

Muhammad Rasulullah (27)




84. QS 52 (Ath-Thuur) Ayat 29-33 :

(Fazakkir ga anta bini'mati rabbika bikaahiniw walaa majnuun).

"Maka tetaplah memberi peringatan, dan kamu disebabkan oleh nikmat Tuhanmu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang gila."

(Am yaquuluuna syaa'irun natarabbashu bihii raibal manuun).

"Bahkan mereka mengatakan : 'Dia ada lah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya " 

(Qul tarabbashuu fainnii ma'akum minal mutarabbishiin).

"Katakanlah : "Tunggulah, maka sesung guhnya akupun termasuk orang yang menunggu (pula) bersama kamu."

(Am ta-'muruhum ahlaamuhum bihaazaa am hum qauman thaaghuun).

"Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan ini ataukah mereka kaum yang melampau batas?"

(Am yaquuluuna am taqawwalahu ballaa yu-'minuun).

"Ataukah mereka mengatakan : "Dia (Muhammad) membuat-buatnya." Sebe narnya mereka tidak beriman."



85. QS Thaahaa (20) Ayat 133 :

(Waqaaluu laulaa ta-'tiinaa biaayatim mirrabbih. Awalam ta'tiihim bayyinatu maa fishshuhufil uulaa).

"Dan mereka berkata : "Mengapa ia tidak membawa bukti kepada kami dari Tuhannya?" Dan apakah belum datang kepada mereka bukti yang nyata dari apa yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu?"


86. QS 2 (Al-Baqarah) Ayat 104 :

(Yaaayyuhal laziina aamanuu laa taquuluu raa'inaa wa quuluun dzhurnaa wasma'uu wakil kaafiriina 'azaabun aliim).

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad) : "Raa 'ina" tetapi katakanlah: "Undzhurna", dan "dengarlah". Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih." (a49).


87. QS 4 (AZ -Zukhruf) Ayat 79-80 :

(Am abramuu amran faimmaa mubrimuun).

"Bahkan mereka telah menetapkan satu tipu-daya (jahat), maka sesungguhnya Kami menetapkan pula) (a50).

(Am yahsabuuna annaa laa tasma'u sirrahum wa najwaahum. Balas wa rusulunaa ladaihim yaktubuun).

"Apakah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar) dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka."











_________________

(a49) "Raa 'ina berarti sudilah kiranya kamu memperhatikan kami. Di kala para sahabat menghadapkan kata ini kepada Rasulullah SAW, orang Yahudi pun memakai pula kata ini dengan digumam seakan-akan menyebut "Raa 'ina", padahal yang mereka katakan ialah "Ruu 'uunnah" yang berarti kebodohan yang sangat, sebagai ejekan kepada Rasulullah SAW. Itulah sebabnya Tuhan menyuruh supaya sahabat menukar perkataan "Raa 'ina" dengan "Undzhurna" yang juga sama artinya dengan "Raa 'ina."

(a50) Maksudnya : kaum musyrikin Mekah bukan saja benci kepada kebenaran, bahkan mereka juga telah merencanakan hendak membunuh Nabi Muhammad SAW. Tetapi rencana itu gagal karena Allah SWT juga mempunyai rencana untuk menyelamatkan Nabi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar