Jumat, 17 Januari 2020

Muhammad Rasulullah (28-TAMAT)

Muhammad Rasulullah (28-TAMAT)





88. QS 43 (Az-Zukhruf) Ayat 41-42 :


(Faimmaa nazhabanna bika faimmaa minhum muntaqimuun).

"Sungguh, jika Kami mewafatkan kamu (sebelum kamu mencapai kemenangan) maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akherat)."

(Aw nuriyannakal lazii was 'adnaahum fainnaa 'alaihim muqtadiruun).

"Atau Kami memperlihatkan kepadamu (azab) yang telah kami ancaman kepada mereka (a51). Maka sesungguhnya Ka mi berkuasa atas mereka."




89. QS 70 (Al-Ma'aarif) Ayat 36-44 :

(Famaalillaziina kafaruu qibalaka muhti'iin).

"Mengapa orang-orang kafir itu bersegera datang ke arahmu."

('Anil yamiini wa 'anisysyimaali 'iziin). 

"Dari kanan dan kiri dengan berkelompok-kelompok?" (a52).

(Ayat ma'u kullumriim minhum ayyud khala jannata na'iiim). 

"Adakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk ke dalam surga yang penuh dengan kenikmatan?"

(Kalla. Inna khalaqnaahum mimmaa ya'lamuun).

"Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Kami ciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani)." (a53)


(Falaa uqsimu birabbil masyaariki wal maghaaribi inaaa laqaadiruun).

"Maka Aku bersumpah dengan Tuhan yang memiliki timur dan barat sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa."

('Alaa an nubaddila khairal minhum wamaa nahnu bimasbuuqiin).

"Untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan."

(Fazarhum yakhuudhu watak 'abuu hattaa yulaaquu yaumahumul lazii yuu'aduun).

"Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kebatilan) dan bermain-main sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka."

(Yauma yakhrujuuna minal ajdaasi siraa'an ka annahum ilaa nushubiyyuu fidhuun).

"(Yaitu) pada hari mereka ke luar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia)."

(Khaasyi'atan abshaaruhum tarhaquhum zillah. Zaalikal yaumul lazii kaanuu yuu'aduun).

"Dalam keadaan mereka menekurkan pandangannya (serta) diliputi krhinaan. Itulah hari yang dahulunya diancamkan kepada mereka."

90. QS Saba' (34) Ayat 46 :

(Qul innamaa a'izukum biwaahidah. An taquumuu lillaahi matsnaa was furaadaa tsumma tatafakkaruu. Maa bishaahibikum min Jinnah. Inhuwa illaa naziurullakum baina yaday 'azaabin syadiid).

"Katakanlah : "Sesungguhnya aku hen dak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atsubsrndiri-sendiri, kemudian kamu pikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras." (a54).


91. QS Al-Ahzab (33) Ayat 38 :

(Maa kaana 'alannabiyyi min harajin fiimaa faradhallaahu lahuu. Sunnatallaahi fillaziina khalau min qabl. Wakaana amrullaahi qadaram maqduuraa).

"Tidak ada suatu keberatan atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu (a55). Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku."

92. QS Al-Qashash (28) Ayat 85-87 :

(Innallazii faradha 'alaikal quraana laraadduka ilaa ma'aad. Qul rabbi a'lamu man jaa-a bil hudaa was man huwa fii dhalaalim mubiin).

"Sesungguhnya yang mewajibkan atas mu (melaksanakan hukum-hukum) Al-Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali (a56). 

Katakanlah : "Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang kesesatan yang nyata."

(Wamaa kunta yarjuu ayyulqaa ilaikal kitaabu illaa rahmatam mirrabbika falaa takuunanna dzhahiiral lil kaafiriin).

"Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu (a57), sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi penolong bagi orang-orang kafir."

(Wala yashuddunnaka 'an aayaatillaahi ba'da iz unzilat ilaika wad'u ilaa rabbika walaa takuunanna minal musyrikin).

"Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. "


_______

(a51) Yakni kemenangan Nabi Muham mad SAW dan kehancuran kaum musyrik. 

(a52) Menurut keterangan Ahli Tafsir, ayat ini  berhubungan dengan peristiwa ketika Rasulullah shalat dan membaca Al-Quran di dekat Ka'bah, lalu orang-orang musyrik berkumpul berkelompok-kelompok di hadapannya sambil mengejek dan mengatakan : "Jik orang-orang mukmin akan benar-benar masuk surga sebagaimana kata Muhammad kitalah yang akan masuk lebih dulu.
Maka turunlah ayat ini ...

(a53) Yang dimaksud dengan ayat ini adalah bahwa mereka orang-orang kafir diciptakan Allah dari air mani untuk beriman dan bertakwa kepada-Nya sebagaimana yang disampaikan oleh Rasul. Jadi kalau mereka tidak beriman tidak berhak masuk surga. 

(a54) "Berdua-dua atau sendiri-sendiri" maksudnya adalah bahwa dalam meng hadap kepada Allah, kemudian merenu ngkan keadaan Muhammad SAW itu sebaiknya dilakukan dalam keadaan suasana tenang dan ini tidak dapat dilakukan dalam keadaan beramai-ramai."

(a55). Yang dimaksud dengan "Sunnah Allah" disini adalah mengerjakan sesuatu yang dibolehkan Allah tanpa ragu-ragu.

(a56) "Tempat Kembali" adalah Kota Mekah. Ini adalah suatu janji dari Tuhan bahwa Nabi Muhammad SAW akan kembali ke Mekah sebagai orang yang menang, dan itu sudah terjadi pada tahun kedelapan Hijriyah di kala Nabi menaklukkan Mekah. Ini merupakan suatu mukjizat bagi Nabi. 

(a57) Maksudnya adalah Al-Quranul Karim itu diturunkan bukanlah karena Nabi Muhammad SAW mengharap agar diturunkan, melainkan karena rahmat daripada Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar