Sabtu, 18 April 2020

Azab (3)

Azab (3) "DAN (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan, ketika mereka berbuat zha lim, dan telah Kami tetapkan waktu ter tentu bagi kebinasaan mereka." (12) "Maka janganlah kamu tergesa-gesa me mintakan siksa terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti." (13) "Dan jika sekiranya Allah menyiksa manu sia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permu kaan bumi suatu makhluk yang melata pun (a6) akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal pada mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya." (14) _________________ (12). QS 18 (59) (13). QS 19 (84) (14). QS 35 (45).
(a6). Daabbah artinya makhluk yang melata. Tetapi yang dimaksud disini adalah manusia. (Dābbatul Ardh (Arab دابة الأرض) adalah sebuah frasa yang berarti binatang buas (monster) yang muncul dari perut bumi. Dalam Islam binatang ini sebagai salah satu tanda sebelum datangnya Hari Penghakiman. ... Dabbat al-ard ini akan membawa tongkat Nabi Musa As. (Wikipedia). Di antara tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah keluarnya dabbah dari tempatnya. Sebagaimana firman Allah SWT: "Apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami akan keluarkan seekor dabbah (binatang) dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesunggguhnya manusia dulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami." (An-Naml: 82). Setelah dabbah keluar, dia akan berbicara dengan manusia. Selain itu ia akan memberi tanda kepada orang kafir dan juga orang yang beriman kepada Allah. Bagi orang-orang kafir dabbah akan memberi tanda pada hidungnya sebagai tanda kekufurannya. Sedangkan tanda untuk orang yang beriman, dabbah akan memberi tanda pada wajah mereka sehingga wajah orang-orang yang beriman tersebut menjadi bersinar. Para ulama banyak yang berlainan pendapat mengenai tempat keluarnya dabbah. Namun dari sekian banyak pendapat yang muncul, diantaranya ada yang paling kuat. Yakni pendapat yang mengatakan bahwa dabbah akan keluar dari Mekah, tepatnya dari masjid yang paling mulia. Pendapat tersebut diperkuat dengan adanya hadis yang diriwayatkan oleh Hudzaifah bin Asid dalam Majma'uz Zawawid VIII/ 7-8 yang berbunyi: "Dabbah akan keluar dari masjid yang paling besar, tatkala mereka (sedang duduk-duduk tiba-tiba bumi bergetar) ketika mereka sedang demikian tiba-tiba bumi terbelah." (dream.co.id) Rasulullah SAW bersabda tentang Dabbah ini dan menjadi salah satu pengingat Umat Islam untuk selalu bertaubat. Dalam hadist Riwayat Muslim, Rasul menyebut tiga perkara yang jika ketiganya keluar maka semua taubat dan amal tiada gunanya. Ketiganya adalah terbitnya matahari dari arah barat, Dajjal dan Dabbah. “Ada tiga perkara yang jika keluar maka tidak akan berguna lagi keimanan orang yang belum beriman sebelumnya; atau belum mengusahakan kebaikan yang dilakukan dalam keimannya. Ketiga perkara itu adalah: terbitnya matahari dari barat, Dajjal dan binatang bumi.” (HR. Muslim) Beliau juga bersabda : “Sesungguhnya tanda-tanda (Kiamat) yang pertama kali muncul adalah terbitnya matahari dari barat dan keluarnya binatang kepada manusia pada waktu Dhuha. Mana saja yang lebih dahulu muncul, maka yang satunya akan terjadi setelahnya dalam waktu yang dekat.” (HR. Muslim) Beliau pun bersabda : “Bersegeralah kalian beramal (sebelum datangnya) enam perkara… (beliau menyebutkan di antaranya) dabbah.” (HR. Muslim). Dabbah secara bahasa memiliki makna hewan yang berjalan di atas bumi. Ulama berbeda pendapat tentang hal ini : Pertama, beberapa ulama mengatakan Dabbah adalah anak unta yang disapih dari unta Nabi Shalih. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud ath-Thayalisi dari Hudzaifah bin Asid al-Ghifari, bahwa Rasulullah SAW menyebut tentang dabbah, (lalu beliau menuturkan hadits, di dalamnya ada ungkapan) “Mereka tidak menggembalakannya, melainkan ia hanya bersuara di antara rukun dan maqam (rukun Yamani dan Maqam Ibrahim).” Kedua, dabbah adalah al-Jassasah yang disebutkan dalam hadits Tamim ad-Dari pada kisah Dajjal. Pendapat ini dinisbatkan kepada Abdullah bin Amru bin ‘Ash. Pendapat ini tidak kuat lantaran sifat-sifat dan apa yang dilakukan oleh si Dabbah tidak cocok dengan gambaran al-Jassasah dalam hadits Tamim ad-Dari. Ketiga, dabbah adalah ular yang mengawasi dinding Ka’bah, yang disambar oleh elang ketika orang-orang Quraisy hendak membangun Ka’bah. Pendapat ini dinisbatkan oleh al-Qurthubi kepada Ibnu ‘Abbas ra. Hanya, beliau tidak menyebutkan sumbernya. Keempat, dabbah adalah manusia yang berbicara, mendebat dan membantah orang-orang yang gemar melakukan bid’ah dan kekufuran agar mereka berhenti. Agar jika mereka binasa, mereka binasa dengan keterangan (hujjah) yang nyata. Kelima, Dabbah adalah bakteri yang berbahaya yang akan membuat manusia menderita. Bakteri tersebut melukai bahkan bisa membunuhnya. Ketika melukai seseorang ia membawa pesan berupa nasihat kepada manusia seandainya mereka memiliki hati yang bisa berpikir, sehingga mereka sadar untuk kembali kepada Allah, kepada agamanya dan menekan mereka untuk menerima hujjah. Ini adalah pendapat yang dipegang oleh Abu ‘Ubayyah dalam komentarnya terhadap kitab an-Nihayah/ al-Fitan wal Malahim, karya Ibnu Katsir. Bagi kita, cukup saja percaya dengan kabar dari manusia paling dekat dengan Allah SWT, Nabi Muhammad SAW ini. Selebihnya, kita serahkan kepada Allah yang Mahatahu atas segala yang telah dan akan terjadi. (Islampos. com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar