Selasa, 14 April 2020
Olok (6)
Olok (6)
"MAKA berjalanlah keduanya; hingga tat kala keduanya berjumpa dengan seorang pemuda, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata : "Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang mungkar."
"Khidhr berkata : "Bukankah sudah ku katakan kepadamu bahwa sesungguh nya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?"
"Musa berkata : "Jika aku bertanya kepa damu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur padaku."
"Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata : "Jikalau kamu mau, niscaya kamu rmengambil upah untuk itu."
"Khidhr berkata : "Inilah perpisahan anta ra aku dengan kamu; Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya."
"Adapun bahtera-bahtera itu adalah kepu nyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera."
"Dan adapun anak muda itu, maka kedua orang tuanya adalah orang-orang muk min dan kami kuatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran."
"Dan kami menghendaki supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya)."
"Adapun dinding rumah itu adalah kepu nyaan dua orang anak muda yang yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang sa leh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewa saannya dan mengeluarkan simpanan nya itu sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya."
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar