Mata Pisau (8)
Oleh Wak Amin
SAAT pasukan khusus bersiap me nyerang wilayah dimana pasukan bersenjata pimpinan Letnan Ro be rt, Mr Fredi mendapat kabar pasu kan bayang-bayang telah berhasil memasuki wilayah perkotaan.
Di pusat ibu kota ini, selain gedung perkantoran juga gedung-gedung pencakar langit tempat menjalan kan roda perbisnisan skala nasi onal dan internasional.
Tak jauh dari pusat jalan tol, ada sebuah gedung berkata lima. Ba nyak kendaraan yang parkir di sa na. Halaman depan dan belakang Mabes Keamanan Nasional.
Letnan Parto, jelang tengah hari itu baru saja selesai memimpin rapat terbatas dengan para perwira senior di ruang kerjanya.
Rapat dimulai lepas apel pagi hing ga pukul sepuluh. Khusus membi carakan situasi terkini keamanan tanah air pasca meledaknya tem pat penyimpanan senjata dan pem bunuhan warga Desa Yauman dan Ath-Thifa.
Sekitar pukul sebelas, Letnan Parto memenuhi undangan ceramah di sa lah satu hotel terbesar dan terme gah di Kota Saman. Memenuhi un dangan organisasi kemasyaraka tan dalam upaya mengatasi aksi terorisme di tanah air.
Cuaca panas. Dua motor besar dan sebuah mobil sedan bergerak lam bat meninggalkan kantor Mabes Keamanan Nasional.
Lalu-lintas padat tapi tidak mera yap di jalan utama depan kantor Mabes. Beberapa pedagang gero bak makanan berhenti sejenak di bawah pohon dan dekat halte yang memang teduh dan sejuk.
Mobil yang ditumpangi terus mela ju. Tiba di hotel tujuan tiga puluh menit kemudian. Letnan Parto tu run dari mobil dan ....
Door ...
Dooor ...
Dooor ...
Ada sekitar enam kali letusan sen jata tanpa suara. Satu di antaranya mengenai kepala Letnan Parto.
Tewas seketika ...
Pertama kali memberikan pertolo ngan adalah satpam hotel, warga sekitar menyusul kemudian.
Beberapa anggota kepolisian sege ra menuju TKP. Korban penembak an dibawa ke rumah sakit. Sayang, nyawa Letnan Parto dan bawahan nya tidak tertolong lagi.
Kabar tewasnya Letnan Parto ini sampai juga ke telinga Mr Clean dan Sersan Leonard. Kabar duka dan amat mengejutkan itu dipero leh dari Sersan Helen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar