Mangkuk (9)
Oleh aminuddin
Di kantor yang megah ..
MISTER James kedatangan dua orang mitra bisnisnya. Keduanys sudah lama tak bersua. Makanya, saat berdua yang terdengar awal kali adalah gelak tawa dan saling berpelukan.
Kurang lebih dua puluh menit me reka saling sharing, tukar pengala man di bidang usaha yang sekara ng digeluti.
Ketiganya sepakat melanjutkan per temuan 'terbatas' ini di suatu tem pat yang masih dirahasiakan. Kera hasiaan ini dijaga agar apa yang mereka bicarakan dan sepakati nan tinya tidak 'terendus' keluar.
Tidak diketahui pesaing bisnis me reka yang juga gencar bersaing di area bisnis ekspor impor belaka ngan ini ...
Sayangnya, sebelum pertemuan ya ng dijadwalkan berlsngsung pada malam hari itu terlaksana, sore ha rinya, saat keluar dari kantor, menu ju deretan mobil yang diparkir rapi menyamping di samping gedung megah pencakar langit itu, Mr Ja mes didekati seorang laki-laki ber kacamata hitam.
"Mr James!" Sapanya.
Setelah itu terdengar letusan kecil ke arah perut ..
Tak sempat berteriak. Karena di susul tembakan kedua melalui mulut ...
Dub ...
Tewas seketika.
Kemudian, si lelaki itu menuju mo tornya di depan sebuah supermar ket.
Karena tak seorang pun yang meli hat kejadian itu, si penembak de ngan santainya melenggang ke ja lan raya dengan kuda tunggang annya.
Tewasnya Mr James baru diketahui tujuh menit kemudian setelah dite mukan salah seorang karyawatinya yang pulang paling belakangan.
Dia menjerit histeris ...
Tak percaya Mr James tewas seca ra tragis ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar