Sabtu, 01 Desember 2018

Melayani dan Mengayomi (19)

Melayani dan Mengayomi (19)
Oleh aminuddin


Lima Tantangan Bank Syariah di Tahun 2019


Apa lima tantangan itu?

PERBANKAN syariah harus bersiap dengan lima tantangan di tahun 2019.  Salah satu yang harus dipersiapkan diantaranya perban kan harus memutuskan nasib Unit Usaha Syariah (UUS) yang dimilikinya.

Komisaris Utama PT Bank Mandiri Syariah,  Mulya E Siregar dalam " Media Training Perbankan Syariah" di Hotel Grage Spa Kuningan, Jawa Barat, ditulis Kamis 29 November 2018 mengatakan, jika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mene tapkan tahun 2019 batas waktu bagi pemilik bank untuk memutus kan melakukan konversi atau spin off UUS.

Sekadar informasi, pada tahun 2022, bank yang punya UUS harus melepas unit usaha dan menjadi kannya sebagai bank syariah full fledge. Kalau ingin spin off, UUS itu harus memiliki modal yang cukup.

Mulya mengatakan empat tanta ngan bagi pengeloa bank  syariah di tahun depan juga muncul dari rencana bisnis untuk menerapkan keuangan berkelanjutan.

" Kalau perbankan syariah tak ke sana, akan ketinggalan," kata Mulya.

Tantangan ketiga adalah menyangkut dana haji. Mulya mengatakan tahun depan dana haji akan mulai dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Jika ingin instansi ini menempat kan dana di perbankan syariah, instutisi keuangan ini harus menja ga kesehatan banknya.

Untuk bisa menyerap dana tersebut, bank syariah harus mampu berinovasi terutama dalam produk keuangan yang dirancangnya.

Seperti diketahui, salah satu instru men investasi yang bakal dimasuki BPKH adalah surat utang syariah atau sukuk.

"Kalau hanya di sukuk, Kementerian Agama juga bisa. Tapi, bagaimana caranya dana itu bisa memberikan nilai tambah, tidak hanya Dana Pihak Ketiga (DPK) dan sukuk, tapi juga pembiayaan di sektor riil," jelas dia.

Mulya menambahkan kalangan perbankan syariah juga mengha dapi tantangan dengan perkem bangan teknologi yang sangat cepat. Bank Syariah harus secepat nya masuk ke dunia perbankan digital (digital banking).

Dikahawatirkan Bank Syariah yang tak segera berbenah dan masuk ke digital banking akan tertinggal dari para pesaingnya.

Tak hanya itu, bank juga harus siap bersaing dengan perkembangan bis nis teknologi keuangan (Financial Technologi) yang semakin cepat.

Mulya menyarankan dengan berta burannya Fintech, pengelola bank seharusnya menjadikan industri baru ini sebagai teman seiring untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.

"Ada spot yang tidak bisa dimasuki oleh bank," ujar dia.

Terakhir, kata Mulya, tantangan yang dihadapi Bank Syariah adalah sinergi dengan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS).

Mulya mengatakan OJK baru saja mengeluarkan regulasi manajemen risiko bagi BPRS.

"BPRS dianggap sudah siap. BPRS bisa saja melangkahi BUS," pung kas dia.














___

https://www.dream.co.id > dinar



Tidak ada komentar:

Posting Komentar