Rabu, 05 Desember 2018

Melayani dan Mengayomi (28)

Melayani dan Mengayomi (28)
Oleh aminuddin



- Kembangkan IT, Tahun Depan Bank BCA Anggarkan Rp 5,2 T



PRESIDEN Direktur Bank BCA Jahja Setiaadmaja mengatakan tahun depan BCA menganggarkan dana sebesar Rp 5,2 triliun untuk belanja modal dalam bidang teknologi. Salah satu fokusnya adakah mempertahankan atau menambah jaringan serta transformasi digital.

"Kita saja tahun depan akan habiskan Rp 5,2 triliun untuk pertahankan atau menambah jaringan serta beralih ke security. Uang itu bisa diukur, yang susah cari orang. Itu gak gampang. Di Singapura sendiri sulit cari orang. Hal ini bagi perbankan harus diperhatikan jangan nafsu besar tetapi kemampuan kurang," terang Jahja dalam acara Banking Expo 2018, Jakarta, belum lama ini.

Jahja menambahkan dalam menghadapi persaingan dengan fintech, perbankan harus melakukan efisiensi, menciptakan pasar dan mencari bisnis.

"Bank harus kenal tipikal costumer yang mereka mau jaga dan kalau mau dikembangkan target market harus jelas, efisiensi tidak bisa ditolak," ujar Jahja.

Selain itu, menciptakan ekosistem. Bank harus mampu menciptakan ekosistem di mana sistem keuangan dapat berjalan dan diterima dengan baik oleh merchant dan konsumen.

Jahja menambahkan produk juga harus dikembangkan tidak bisa lagi mempertahankan produk yang lama, harus terus diperbaharui dan dekat dengan teknologi.



- Perjalanan Jahja dari Tukang Se wa Kaset Video hingga Jadi Bos BCA


JALAN  hidup dan takdir manusia memang hanya Tuhan yang tahu .....

Siapa sangka, orang nomor satu di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja dulunya memulai karir dari nol.

Ia adalah anak laki-laki bukan dari keluarga berada. Ayahnya memang pegawai Bank Indonesia (BI) tapi bukan dengan jabatan yang tinggi.

Dalam memilih bangku kuliah, Jahja yang saat itu ingin menjadi dokter gigi harus mengubur keinginannya karena terbentur biaya yang mahal.

Sang ayah menyebut jika Jahja ingin melanjutkan kuliah ya harus jurusan ekonomi di Universitas Negeri.

Tapi kini Jahja bisa memimpin bank terbesar di Indonesia nomor tiga dari segi aset.


 
> Pencapaian Penting BCA

Nama Jahja Setiaatmadja tak bisa dilepaskan dari kesuksesan PT Bank Central Asia, Tbk (BCA) menjadi bank swasta nasional terbesar saat ini.

Sepanjang perjalanan kariernya, ia telah menorehkan banyak penca paian penting bagi BCA yang seca ra langsung maupun tidak langsung, juga telah ikut memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional.

Sejak duduk sebagai Presiden Direktur BCA pada tahun 2011 si lam ia tetap menjadi sosok yang sederhana.

Jabatan tinggi yang disandangnya ternyata tak mampu menghapus kan sikap kebersahajaan dirinya. Kepada siapapun dan dimanapun, suami dari Winny Surjawidjaja, ini tak pelit untuk memberikan seka dar senyum dan berbasa-basi se bentar kepada mereka yang menya panya.

Itulah kesan yang selalu tampak setiap kali Men’s Obsession mewawancarainya ...

Seperti ketika akan melakukan pemotretan cover majalah ini di akhir Januari 2016 di Kantor Cabang Utama (KCU)  BCA, Thamrin, Jakarta ..

Sepanjang perjalanan dari ruangannya ke KCU yang berada di lantai bawah kantor pusat BCA, Jahja membalas senyum orang-orang yang mengenalnya.

Bahkan menyediakan waktu untuk sekadar berbincang dan ber-selfie ria dengan para karyawan dan me nyapa hangat petugas Satpam.

Namun di balik sosok humble yang lahir dari keluarga karyawan Bank Indonesia dengan kehidupan pas-pasan di waktu kecil, ini ada semangat besar yang mampu memimpin dan membentuk tim tangguh untuk membesarkan sebuah bank yang pernah jatuh bangun di masa lalu.

Pria yang berkarier di BCA sejak 1990, ini sepertinya sudah “mewakafkan” hidupnya bagi BCA hingga bank ini terus tumbuh dan berkembang sebagai bank swasta nasional terbesar di Tanah Air dari sisi aset dan jumlah nasabah loyal.

Jika diukur sejumlah indikator perbankan (CAR, NPL, ROA, ROE, NIM, BOPO, LDR, Cost to Asset Ratio, pertumbuhan kredit, pertumbuhan biaya operasional, dan pertumbuhan pendapatan operasional) per 31 Desember 2014, BCA bahkan menjadi bank umum terbaik di Indonesia.

Bahkan, hasil riset dan survey konsumen terhadap lebih dari 350 merek dalam 28 kategori yang dilakukan lembaga global terkemuka Millward Brown pada Agustus 2015, menempatkan BCA di peringkat teratas  The BrandZTM Top 50 Most Valuable Indonesia Brands 2015.

Bank BCA memiliki nilai valuasi tertinggi di Indonesia, yaitu mencapai Rp136,9 triliun ..

Bekerja selama 12 jam sehari dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam, ia mampu membangun dream team  yang membanggakan.

Karena ia selalu menekankan bah wa dirinya bukan seorang super hero yang bisa mengatasi perso alan sendiri tanpa sebuah kerjasama yang baik.

Ya, Jahja bekerja dengan menunjukkan keteladanan, bukan saja bagi segenap karyawan BCA, tapi bagi khalayak luas.

Misalnya, ia senantiasa menekan kan pelayanan prima kepada nasa bah, membawa perusahaan tak ha nya mendapat profit lebih besar namun juga nilai branding yang kokoh,  dan bertekad membuat BCA menjadi tempat berkarya bagi lebih banyak orang.

Selain itu, dalam memimpin, Jahja terus menjaga moral karyawan se baik-baiknya, menerapkan prinsip bottom-up dan feedback, dan selalu menekankan kepada karyawan agar menjadi orang yang ramah dan manusiawi.

Totalitas dan dedikasinya dalam bekerja, didukung filosofinya yang genuine dan utuh dalam mengemban amanat, telah memberi keteladanan dan inspirasi yang luar biasa bagi segenap karyawan BCA dan masyarakat bangsa secara keseluruhan.

Karena bagi Jahja, keberhasilan sebuah bisnis adalah bukan hanya dilihat dari hitung-hitungan untung dan rugi atau besar dan hebatnya bank yang dipimpin, tapi sejauhmana bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat.

"Filosofi saya yang penting bukan terbesar atau terhebat, tetapi bera pa besar kita bisa memberikan kontribusi kepada ekonomi masya rakat, mendukung ekonomi, mem berikan kemudahan untuk transaksi pembayaran. Karena kalau Anda amati, kita bersyukur di Indonesia ini kalau kita transfer uang nggak kena fee. Paling kena 5 ribu rupiah. Tapi coba Anda transfer ke Sydney, Perth, Australia, itu kita bisa dikena kan minimal 600 ribu Anda harus bayar. Jadi bayangkan, kalau kita tidak bisa menolong memberikan network yang bagus, maka berapa besar masyarakat harus mengeluar kan dana jika ini dimonopoli bank asing. Jadi, justru itu yang harus ki ta pertahankan. Saya sebetulnya cukup gembira kalau bisa membe rikan yang terbaik untuk masyara kat. Kalau harus ingin jadi nomor satu, wah itu ibarat pohon puncak nya selalu goyang, ditiup kiri-kanan, mendingan di tengah-tengah dikit lah,” paparnya sambil tertawa.

Dalam perbincangan hangat deng an Men’s Obsession Jahja mema ng banyak mengumbar tawa, kare na ia bercerita tentang banyak hal mengenai dirinya. Mulai dari kesu kaannya berbatik hingga prestasi nya di lapangan golf.





 “aku saya yang penting bukan terbesar atau terhebat, tetapi berapa besar kita bisa memberikan kontribusi kepada ekonomi masyarakat, mendukung ekonomi, memberikan kemudahan untuk transaksi pembayaran. Karena kalau Anda amati, kita bersyukur di Indonesia ini kalau kita transfer uang nggak kena fee. Paling kena 5 ribu rupiah. Tapi coba Anda transfer ke Sydney, Perth, Australia, itu kita bisa dikenakan minimal 600 ribu Anda harus bayar. Jadi bayangkan, kalau kita tidak bisa menolong memberikan network yang bagus, maka berapa besar masyarakat harus mengeluarkan dana jika ini dimonopoli bank asing. Jadi, justru itu yang harus kita pertahankan. Saya sebetulnya cukup gembira kalau bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Kalau harus ingin jadi nomor satu, wah itu ibarat pohon puncaknya selalu goyang, ditiup kiri-kanan, mendingan di tengah-tengah dikit lah,” paparnya sambil tertawa.

Dalam perbincangan hangat dengan Men’s Obsession Jahja memang banyak mengumbar tawa, karena ia bercerita tentang banyak hal mengenai dirinya. Mulai dari kesukaannya berbatik hingga prestasinya di lapangan golf. Semuanya terekam dalam laporan cover story ini yang dituang dalam beberapa tulisan.









___

- https://mensobsession.com > detail2 > jah ..

- Detikfinance.com

- http://www. cnbcindonesia.com.market


Tidak ada komentar:

Posting Komentar