Senin, 14 Mei 2018

Bunga Sedap Malam (1)

Serial Mafia

Bunga Sedap Malam (1)
Oleh Wak Amin



SUBUH di markas kepolisian ..

Sebuah mobil jeep berhenti tak jauh dari pintu gerbang. Jeep itu berhenti sebentar, kemudian melaju lambat menuju ke pintu masuk warna cokelat muda itu.

Beberapa anggota kepolisian masih berjaga-jaga di pos masuk markas kepolisian. Mereka secara berganti an menjaga keamanan dengan berpatroli sesekali sebelum kembali ke pos. Mereka juga menggunakan sistem shift.

Setiap kendaraan yang keluar masuk harus melewati pemeriksaan intensif. Selain demi keamanan juga menertibkan arus kendaraan, berikut tingkat kepentingan mereka mendatangi markas kepolisian.

Subuh ini, belum satu pun kendaraan roda dua dan empat yang masuk dan keluar dari pintu gerbang, mobil jeep tadi kian mendekat. Lalu turun dua lelaki kekar bertampang seram.

Dua petugas jaga mempersilakan keduanya untuk duduk. Tapi tidak lama. Karena saat si petugas dan temannya 'balik badan', dua tembakan tanpa suara bersarang ke kepala mereka.

Mereka kemudian kembali ke jeep. Jeep itu pun melaju masuk ke markas kepolisian dengan lancar. Salah seorang dari mereka turun dari mobil. Menaruh sesuatu di dekat bangunan utama, lalu belakang gedung dan melepaskan empat tawanan, yakni Taici, Tauco, Taisek dan Tainen.

Pelepasan ini berlangsung kurang dari lima belas menit. Setelah melumpuhkan petugas jaga sel dengan peluru asap dan tembakan tanpa suara.

Juga ikut dilumpuhkan beberapa petugas patroli keliling setelah kepergok ingin melepaskan tembakan ke arah Taici cs.

Jeep pun meluncur dengan aman ke luar pintu gerbang markas kepolisian.

Kian menjauh ...

Tak lama kemudian terdengar suara ledakan dahsyat ...

Api membubung tinggi disertai ledakan kecil yang terdengar berulangkali.

Warga sekitar amat terkejut. Mereka berhamburan ke luar rumah. Mereka menelepon petugas pemadam kebakaran.

Karena untuk memadamkan api sebesar 'bukit' itu harus menggunakan alat dan profesionalisme petugas pemadam kebakarannya.

Api mulai mengecil setelah petugas pemadam kebakaran memadamkan kobaran api satu jam berselang. Mes ki belum seutuhnya padam, warga berharap api tidak merambat ke pemukiman mereka yang tergolong padat penduduk.

Tampak Jenderal Fahmi berbincang-bincang dengan Pak Gubernur. Di dekat keduanya ada Pak Wagub, Letnsn Sayuti, Santi dan Rahman serta beberapa petugas keamanan bersenjatakan lengkap.

"Saya minta penyebab kebakaran ini diusut tuntas Pak Jenderal," pinta Pak Gubernur sambil menoleh ke sebelah kanan; ada Letnan Sayuti, Rahman dan Santi.

"Tentu Pak Gubernur. Kami akan bekerja keras," janji Jenderal Fahmi.

"Terima kasih Jenderal. Saya tak ingin kota kita ini gaduh oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar