Rabu, 09 Mei 2018

Mawar mewangi (18-TAMAT)

Serial Mafia

Mawar Mewangi (18-TAMAT)
Oleh Wak Amin



"THANK'S Marcel," ucap Siao Lung sesaat setelah helikopter mendarat lapter mini kediaman Marcel.

Marcel kemudian mengajak sahabat dekatnya itu ke kediamannya. Mereka sejenak beristirahat di tepi kolam.

"Mau mandi Lung?"

"Boleh juga Cel. Sekalian coba dulu kolammu ini ..."

Ha ha ha ...

"Tak usah dicoba lagi Lung. Pasti kamu suka."

"Oke .."

"Mau ditemani?" Marcel mengalihkan pandangan matanyake beberapa wanita muda usia yang lagi berjemur di kursi panjang sambil membaca koran.

"No thank's Marcel," jawab Siao Lung seraya menceburkan diri (nyerucup) ke kolam.

Byuuur ...

Di rumah sakit ...

Letnan Sayuti, Santi dan Rahman, ketiganya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Meski tidak terlalu parah lukanya akibat serpihan kaca, dan benturan benda keras pasca bertubi-tubinya tembakan yang dilepaskan.

Jenderal Fahmi, pimpinan tertinggi pasukan keamanan merasa tiga bawahannya itu harus dirawat. Paling ti dak efek keterkejutan dan kelelahan menangkap buruan kakap Siao Lung tidak terseret ke perilaku dan tindakan yang membahayakan orang lain.

"Bisa sabar kan Non Santi?" Tanya Jenderal Fahmi ketika menjenguk Santi seusai diperiksa tim dokter yang merawatnya di sal rumah sakit.

Santi mengiyakan. Dia sangat berterima kasih pada Jenderal Fahmi yang mau dan berkesempatan men jenguknya.

"Kamu juga Rahman." Sambil berkelakar Jenderal Fahmi mengaku senang jika Rahman dan Santi bisa jodohan.

"Dan terus kawin kan Jenderal," sahut Letnan Sayuti, ketawa lebar, seperti kebiasaannya selama ini di kantor.

Ha ha ha ha ...

Dratag ...

Kreeeng ...

Ranjang yang ditempati Letnan Sa yuti 'ambruk'. Letnan Sayuti jatuh terduduk. Sesaat hening.

Namun setelah diamankan beberapa petugas rumah sakit, Letnan Sayuti tertawa lagi.

"Mungkin ini pertanda ucapan saya barusan ada benarnya Jenderal .."

Ha ha ha ha ...

"Tentang apa ya?" Jenderal Fahmi pura-pura tidak tahu.

"Kawin Jenderal."

"Siapakah?"

"Non Santi dan Tuan Rahman, Jenderal."

Ha ha ha ha ...

Sontak rumah sakit berubah riuh oleh tawa Letnan Sayuti, diikuti Jenderal Fahmi, Santi dan Rahman.

Guyonan segar itu ternyata menggelitik hati Rahman. Pasalnya, selama ini pria ganteng ini tidak pernah me mikirkan yang namanya pacar, apalagi calon pendamping hidup.


TAMAT

Bersambung ke BUNGA SEDAP MALAM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar