Melayani dan Mengayomi (20)
Oleh aminuddin
SDM Belum Mumpuni
MASALAH pengadaan sumber daya manusia yang berkualitas menjadi salah satu tantangan yang sedang dihadapi untuk mendorong potensi industri keuangan syariah.
"Salah satu masalah keuangan syariah adalah kebutuhan SDM, karena biasanya masih berasal dari perbankan konvensional dengan mindset konvensional," kata ahli keuangan syariah dari Durham University, Inggris, Habib Ahmed.
Kebutuhan sumber daya manusia merupakan hal terpenting untuk mendorong literasi dan mening katkan potensi industri keuangan syariah yang saat ini sedang tumbuh pesat, seiring dengan meningkatnya permintaan atas produk syariah.
Meski demikian, ia menyadari pemenuhan tenaga yang berkualitas merupakan proses jangka panjang yang belum bisa dilakukan dalam waktu cepat.
"Ini memang merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan waktu. Kita butuh lulusan yang benar-benar memahami prinsip syariah di tingkat keahlian praktis, karena banyak juga teori yang sulit diterapkan dalam kehidupan nyata," jelas Ahmed.
Tantangan lainnya yakni produk syariah yang belum terlalu diminati masyarakat dan masih kalah bersaing dengan produk yang ditawarkan oleh bank konvensional.
Untuk mengatasi hal tersebut, Ahmed mengharapkan adanya sinergi antara perbankan syariah dengan masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil, yang bisa menjadi nasabah potensial dalam mendapatkan pembiayaan.
"Industri keuangan syariah harus mulai bersinergi dengan kebutuhan pasar, seperti pelaku UMKM atau masyarakat menengah ke bawah. Jadi harus mencari pasar baru yang belum digarap dan strategi khusus untuk melayani," ujarnya.
Financial Technology
Pemanfaatan teknologi digital se perti financial technology (fintech), bisa menjadi alternatif inovasi un tuk mencari nasabah, asalkan terda pat regulasi jelas dari otoritas terkait.
"Fintech ini butuh regulasi dan produk dalam menjalankan jasa bisnis syariah. Tapi memang transaksi digital masih membutuhkan platform yang jelas, dan berbagai isu syariah yang harus dipenuhi, agar tidak kesulitan menjual produk," ujarnya.
Solusinya, para penyedia jasa teknologi finansial ini harus mempunyai konsultan yang mempunyai keahlian dalam bidang ekonomi syariah agar produk yang diluncurkan benar-benar sesuai dengan prinsip syariah.
"Hambatan bagi fintech ini adalah, sebagai entitas bisnis yang baru, mereka belum mempunyai dana yang cukup untuk para ahli ini. Tapi mereka harus mencoba, seperti di Singapura, yang awalnya belum mempunyai dewan syariah, seka rang mereka punya," kata dia.
______
Kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar