Siraman Rohani …
Takut kepada Allah
SWT (1)
Oleh Aminuddin
Edisi Pertama
AL-Hasan Al-Basri , dari Jabir ra, ia berkata, Rasulullah
SAW telah bersabda: “Seorang mukmin di antara dua ketakutan, antara ajal yang
telah lalu, tidak tahu apakah yang akan dilakukan oleh Allah SWT pada nya, dan
ajal yang akan datang juga tidak tahu bagaimana putusan-Nya terhadap dirinya.
Karena itu, se harusnya seorang hamba itu membekali dirinya dengan amalnya
sendiri untuk keselamatan dirinya, dan dari dunia untuk akherat, serta hidup
untuk matinya. Maka demi Allah yang jiwa
Muhammad ada di tangan-Nya, sesudah mati tidak ada lagi kesempatan untuk
meminta ampun, dan sesudah dunia ini tidak ada tempat selain surga dan neraka.”
Ammar bin Manshur
berkata, ketika saya di bawah mimbar Ady bin Arthat, tiba-tiba ia berkata, suka kah saya ceritakan kepadamu
hadist antara aku dan Rasulullah SAW tidak
renggang terkecuali oleh
seseorang?
Hadirin menjawab, ya.
Maka ia berkata, sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda:
“Allah telah menjadikan malaikat di la ngit yang ke tujuh yang terus menerus
sujud sejak dijadikan Allah SWT hingga hari kiamat selalu geme tar persendian
mereka karena takut kepada-Nya. Maka bila tiba hari kiamat, mereka mengangkat
kepala sambil membaca, ‘ Maha Suci Engkau Tuhan kami belum menyembah kepada-Mu
dengan sesungguh arti menyembah (subhaanaka maa’abad naaka haqqo ‘ibaadatik).’
Rasulullah SAW bersabda: “Jika merasa gentar hati seorang
mukmin karena takut kepada Allah SWT, maka runtuhlah dosa-dosan ya bagaikan
daun kering yang rontok dari pohonnya.”
Ketika ditanya, siapakah keluargamu ya Rasulullah? Beliau
menjawab dengan tegas, “Aahi kullu mu’mi nin taqiyyi ilaa yaumil qiyaamati alaa
inna au liyaa’I humul muttaquuna wala fadhla li ahadin min kum illa bitaqwal
laahi azza wajalla” (Keluargaku ialah tiap-tiap mukmin yang bertakwa hingga
hari kiamat. Ingatlah bahwa wali-waliku ialah orang-orang muttaqin, dan tiada
kelebihan bagi seorang hamba di antara kamu kecuali dengan taqwallah azza
wajalla).
Ar-Rabie, dari
Al-Hasan, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda: “Tiga macam yang menyelamat
kan dan tiga macam yang membinasakan. Adapun yang membinasakan adalah tamak dan
bakhil yang di taati, hanya nafsu yang selalu dipertaruhkan dan kesombongan
seseorang dengan dirinya (berbangga diri).
Sedangkan yang
menyelamatkan ialah adil dalam ridha dan marah (tidak dapat dikalahkan oleh
hawa nafsu), sederhana dalam kaya dan papa, serta takut kepada Allah SWT ketika
sendirian, atau di muka umum (dalam rahasia atau terang).”
Abul Laits berkata, tanda takut kepada Allah SWT itu
terbukti dalam tujuh macam:
1.
Terbukti di lidahnya. Tertahan lidahnya dari dusta, ghibah dan
berbicara yang tidak penting. Lalu digunakan untuk berzikir kepada Allah SWT,
membaca Al-Quranul Karim dan mempelajari ilmu pengetahuan.
2.
Menjaga perutnya sehingga tidak makan kecuali
yang halal, dan menurut kadar hajatnya.
3.
Memperhatikan penglihatannya sehingga tidak
melihat yang haram, dan tidak melihat dunia ini kecuali sekadar untuk
peringatan.
4.
Menjaga tangannya sehingga tidak mengulurkannya
kepada yang haram. Hanya digunakan untuk taat kepada Allah SWT semata.
5.
Menjaga kedua kakinya sehingga tidak digunakan
kepada maksiat.
6.
Menjaga hatiya, sehingga membersihkannya dari
hasud, iri hati, dengki, dan diganti dengan rasa sayang kepada sesama orang
muslim.
7.
Menjaga taatnya supaya benar-benar tulus ikhlas
kepada Allah SWT, dan selamat dari riya’, nifaq.
Maka apabila ia telah melaksanakan semuanya itu, termasuklah
ia orang-orang yang dijamin dalam ayat -- “Wal aakhiratu inda rabbika lil
muttaqien” (Dan kehidupan akherat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang yang
bertakwa). (QS Az-Zukhruf 35), “Sesungguhyaorang-orang yang bertakwa pasti
selamat dan bahagia” (QS Naba’ 31), “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa dalam
tempat yang aman” (QS Ad-Dukhaan 51), “Dan tidak ada seorang pun daripadamu,
melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian
yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang
bertakwa dan membiarkan orang-orang yang dzalim di dalam neraka dalam keadaan
berlutut.” (QS Maryam 71-72).”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar