Langit tak Berbintang (14)
Oleh Wak Amin
SEMENTARA di tempat lain ...
Di atas jembatan terlibat adu jotos antara Maria dengan Muhsin dan Arman di atas sepeda motor.
Berawal dari Muhsin yang nekat me lompat ke sepeda motor yang diken darai Maria. Sempat oleng, dengan satu kali sepakan Muhsin menjerit kesakitan.
Kena mukanya. Hilang keseimban gan, tapi tak juga jatuh dari sepeda motor. Kaki kanannya menyentuh aspal.
Terseret dekat ban belakang ..
Dooor ...
Dooor ...
Dua kali Arman melepaskan temba kan ke arah Maria. Tapi satu pun tak ada yang mengena. Justru cela na Muhsin yang jadi sasaran.
Mulanya tali pinggang yang putus. Setelah itu celana. Karena kuatnya seretan aspal dari sepeda motor ya ng berlari kencang, celana Muhsin robek sebelum akhirnya terlepas, melayang jauh ke pinggir jemba tan dan jatuh ke dalam air.
He he he he ...
Arman ketawa ngekek sedangkan Muhsin berteriak kaget.
"Tolong oi. Cepeet tembaaak .!"
Belum sempat menembak, Maria sudah mendahului Arman dengan menendang tangan Muhsin yang be rpegangan erat di besi belakang jok sepeda motor.
Syiiiiit ...
Ngerem mendadak ..
Kepala Muhsin membentur bagian belakang motor sebelum terlempar jauh ke belakang.
Nyaris ditabrak sepeda motor di be lakang Arman.
Arman berbalik arah. Urung menge jar Maria. Dia tak tega meninggal kan Muhsin tergeletak sendirian di tengah jalan.
Untung tak mati ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar