Rabu, 03 Juli 2019

Peluk Aku Ya Allah (39)

Peluk Aku Ya Allah (39)
Oleh Wak Amin




"HUKUM saja mereka Komandan ji ka memang bersalah," kata Letnan Subki.

"Menurut anda apa mereka bersalah Letnan?"

"Sangat bersalah Dan."

"Dimana salahnya Letnan? Beritahu saya sekarang .."

"Mereka buang senjata tanpa izin kami bertiga selaku komandan pa sukan pejalan kaki satu."

"Kalau anda tahu apa mereka anda izinkan Letnan?"

"Tidak Komandan."

"Kenapa?"

"Itu tindakan bodoh bin tolol Koman dan. Lebih bodoh dari binatang pali ng bodoh sekalipun Komandan."

"Oke. Sekarang saya mau tanya pada anda Letnan."

"Siap Komandan."

"Hukuman apa sebaiknya diberikan kepada mereka Letnan?"

"Hukuman mati dengan cara ditem bak secara bersama-sama."

"Apa itu tidak terlalu kejam Letnan?"

"Tergantung kita yang melihatnya Komandan."

"Maksud anda Letnan?"

"Kalau kita lihat kejam ya kejam. Ta pi kalau kita lihat tidak kejam ya ti dak kejamlah."

"Kejamnya dimana, tidak kejamnya dimana Letnan?"

"Kejamnya di pelaksanaan, tidak ke jamnya diputusan kita. Komandan."

"Baik Letnan. Apa dampaknya jika hukuman tembak itu kita lakukan?"

"Aman terkendali Dan. Mereka ya ng buang senjata kita bereskan. Se dangkan yang tidak kita wanti-wan ti untuk tidak melakukan itu."

"Anda siap mengeksekusi mereka Letnan?"

"Siap jika diminta Komandan."

"Baiklah. Lakukan itu sekarang."

"Siap Komandan!"

"Kapten Andre?"

"Siap Jenderal."

"Kolonel Topan?"

"Siapkan Komandan."

"Bantu Letnan Subki dan kumpul kan mereka sekarang ke depan saya dan Jenderal Komar."

"Siap laksanakan Komandan."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar