Minggu, 07 Juli 2019

Pramasastra Bahasa Arab (19)

Pramasastra Bahasa Arab (19)
Oleh aminuddin

T.  Bilangan (Angka-angka)

I. Bahan Pelajaran :

a. (Se) bulan terdiri dari tiga puluh hari atau tiga puluh satu (hari) selain bulan Februari (Yata-allafusy syahru min tsalaatsiina yauman au waahidin wa tsalaatsiina illa syahra fibraayiri).

b. Bulan itu (Februari), dua puluh de lapan hari pada tiap-tiap tiga dari empat tahun (Fahuwa tsamaani yatun wa 'isyruuna yauman fii kulli tslaatsin min arba'i sanawaatin).

c. Tetapi pada tahun keempat ia dua puluh sembilan hari (Ammaa fissanatir raabi'ati fahuwa tis'atun wa 'isyruuna yauman).

d. Dalam setahun (ada) dua belas bulan. Jadi setahun terdiri dari tiga ratus enam puluh lima, seperempat hari (Wafissanatitsnaa 'asyara syahran, fatata-allafus sanatu iz min tsalaatsi mi-atin wa khamsatin wa sittiina yauman warub'il yaumi).

e. Tiap-tiap sehari (ada) dua puluh empat jam, dan satu jam dibagi menjadi enam puluh menit (Wafi kulli yaumin arba'un wa 'isyruuna saa'atan watanqasimus saa'atu ilas sittiina daqiiqah).

f. Tiga puluh menit dinamakan setengah jam, dua puluh menit sepertiga jam, dan lima belas menit seperempat jam, dan empat puluh lima menit tiga perempat jam (Fatusamma tsalaatsuuns daqiiqatan nishfa saa-atin wal 'isyruuna daqiiqatan tsultsa saa'atin wal khamsa 'asyrata daqiiqatan rub'a saa'atin wal khamsu wal arba'uuna daqiiqatan tsalaatsata arba'is saa'ati).

g. Adapun musim dalam setahun adalah yang pertama musim semi, mulai pada bulan yang ketiga dari (setiap) tahun (Ammaa fushuulus sanati fahiya awwalan fashlur rabii'i wayabtadii fisy syahrits tsaalitsi minas sanati).

h. Yang kedua musim panas, mulai bulan keenam (Tsaniyan fashlu shaifi wayabtadii fisy syahri saadisi).

i. Yang ketiga musim gugur, mulai bulan kesembilan (Tsaalitsan fashlul khariifi wayabtadii fisy syahri taasi'i).

j. Yang keempat musim dingin (winter), mulai bulan kedua belas ( Raabi'an fashlu syitaa-i wayabtadii fisy syahrits tsaaniya 'asyara).

II. Pembahasan Tata Bahasa :

1. Bilangan Utama :

- SATU

Masculin              Feminin

1. Waahidun        Waahidatun

(Bilangan utama yang menjadi adjective harus mengikuti kata ben da sebelumnya, seperti Lailatun waahidatun dan Yaumun waahidun).

Ahadun                 Ihdaa

(Bilangan alternatif dipakai sebagai adjective, seperti kata ganti Lam ajid ahadan = Saya tidak mendapat seorang pun.

- DUA

Masculin                    Feminin

2. Itsnaani                  Itsnataani

(Biasa digunakan sebagai adjecti ve karena kata benda sebelumnya juga dual, seperti Lailataani, Yau maani. Juga digunakan sebagai kata ganti yang berarti dual).

- TIGA sampai SEPULUH

Masculin                     Feminin

3. Tsalaatsatun          Tsalaatsun

4. Arba'atun                Arba'un

5. Khamsatun            Khamsun

6. Sittatun                  Sittun

7. Sab'atun                 Sab'un

8. Tsamaaniyatun     Tsamaanin

9. Tis'atun                  Tis'un

10. 'Asyaratun           'Asyrun

(Bilangan 3-10 mempunyai  harkat -- fathah dan ta marbuthah tanwin da lam masculin dan tanpa harkat -- fathah dan ta marbuthah tanwin dalam feminin.  Jadi keadaannya terbalik. Jenis kata tunggalnya dianggap menjadi jenis bilangan itu. Bilangan-bilangan ini diperlu kan seperti biasa. Semuanya dihu bungkan dengan kata benda dalam keadaan genitif jamak).

Umpamanya :

- Arba'i sanawaatin

- Tsalaatsata arbaa'i

Catatan :

Bilangan 3-10 dapat mengikuti kata benda sebagai adjective, tetapi ke tentuan di atas masih tetap ber la ku, seperti Rijaalun tsalaatsatun.

- SEBELAS

Masculin                   Feminin

11. Ahada 'asyara   Ihda 'asyrata

(Bilangan ini tidak berobah).

- DUA BELAS

Masculin                    Feminin

12. Itsnaa 'asyara    Itsnataa 'asyratap

(Bagian pertama dari 12 dalam keadaan dual menjadi genitif dan accusatif Itsnay 'asyara (m) dan Itsnatay 'asyrata (f). Bagian keduanya adalah tetap.

- TIGA BELAD Sampai SEMBILAN BELAS

Masculin                           Feminin

13. Tsalaatsata 'asyara   Tsalaatsa 'asyrata

14. Arba'ata 'asyara         Arba'a 'asyrata

15. Khamsata 'asyara     Khamsa 'asyrata

16. Sittata 'asyara            Sitta 'asyrata

17. Sab'ata 'asyara           Sab'a 'asyrata

18. Tsamaaniyata 'asyara Tsamaaniya 'asyrata

19. Tis'ata 'asyara           Tis'a 'asyrata

(Bilangan-bilangan ini tetap, tidak berobah. Ketentuan yang berlaku seperti dengan 1 - 10 (satuan) tidak berlaku bagi 'asyara nya).

- DUA PULUH Sampai SEMBILAN PULUH SEMBILAN

Masculin                       Feminin

20. 'Isyruuna                 Sama

21. Waahidun      Ihda wa'isyruuna
wa'isyruuna

22. Itsnaani         Itsnataani wa'
wa 'isyruuna        isyruuna

23. Tsalaatsatu  Tsalaatsu wa'isy
       wa'isyruuna  ruuna

30. Tsalaatsuuna    Sama

40. Arba'uuna          Sama

50. Khamsuuna      Sama

60. Sittuuna            Sama

70. Sab'uuna           Sama

80. Tsamaanuuna  Sama

90. Tis'uuna            Sama

(Puluhannya tidak berbeda dengan jenis kata bendanya, dan disesuai kan dengan masculin jamak. Gabu ngan bilangan disusun seperti : empat, dan dua puluh burung (j). Dan ketentuan bilangan satuan (1 s/d 9) tetap diperlakukan sebagai masculin/feminin).

Catatan

Bilangan dari 11 s/d 99 diiringi de ngan kata benda dalam keadaan accusatif tunggal yang dianggap sebagai accusatif.

Contohnya :

a. Min tsalaatsiina yauman (lihat I no 1/a).

b. Tsamaaniyatun wa 'isyruuna yauman (lihat I no 2/b).

c. Itsnaa 'asyara syahran (lihat I no 4/d).

d. Arba'a wa 'isyruuna saa'atan (lihat I no 5/e).

e. Khamsa 'asyrata daqiiqatan (lihat I no 6/f).

- SERATUS dan seterusnya

Masculin                    Feminin

100. Mi-atun.          Mi-atun (mim bercagak tanpa harkat)

200. Mi-ataani

300. Tsalaatsu mi-atin

400. Arba'a mi-atin

1000. Alfun

2000. Alfaani

3000. Tsalaatsatu aalaafin

11.000. Ahada 'asyara alfan

100.000. Mi-atu alfin

1.000.000. Malyuunun

2.000.000. Malyuunaani

3.000.000. Tsalaatsatu malaayiina

(Kata Mi-atun, Alfun dan Malyuu nun dianggap sebagai kata benda yang dihitung sebagai kali, seperti 300, 6000, 20.000, atau 5.000.000. Tetapi Mi-atun tetap dalam kea daan tunggal dalam kali 300 s/d 900 dan tidak jamak seperti halnya dengan bilangan satuan (3-9).

Sedangkan pada bilangan ratusan, ribuan dan jutaan (seperti 100, 300, 1000, 300.000) kata Mi-atun, Alfun dan Malyuuna dihubungkan dengan kata benda (yang dihitung) yang genitif tunggal.

Dalam bilangan gabungan di atas 100, maka bilangan terakhirlah ya ng menentukan kasus penyesuaian nya dengan kata benda (yang dihi tung). Jadi harkatnya bergantung pada kasusnya sendiri.

Dalam gabungan yang terdiri dari jutaan, ribuan, ratusan, puluhan dan satuan, bilangan yang terbesar dile takkan di depan sekali, sedangkan satuan diletakkan sebelum pulu han. Tiap-tiapnya dihubungkan dengan kata penghubung).

Contoh :

Fatata-allafussanatu izan min tsa laatsi mi-atin wa khamsatin wa sittiina yauman.

Catatan :

Dalam contoh ini kata Tsalaatsi tidak mempunyai ta marbuthah karena Mi-atin feminin. Kata Mi-atin
adalah genitif tunggal walaupun sesudah genitif jamak Tsalaatsi.

Kata Khamsatin mempunyai ta mar buthah karena Yauman adalah mas culin. Kata Yauman berkasus accu satif tunggal karena kata bilangan terakhir dalam susunan kalimat ini yaitu Sittiina adalah bilangan antara 11 s/d 99.

2. Bilangan Tingkat :

Masculin                        Feminin

Ke-1. Awwalun              Uulaa

Ke-2. Tsaani

Ke-3. Tsaalitsun

Ke-4. Raabi'un

Ke-5. Khaamisun

Ke-6. Saadisun      

Ke-7. Saabi-un

Ke-8. Tsaaminun

Ke-9. Taasi'un

Ke-10. 'Aasyirun

Ke-11. Alhaadiya  Alhaadiyata 'asy
'asyara                   rata

Ke-12. Ats tsaaniya 'asyara

Ke-13. Ats tsaalitsa 'asyara

Ke-20. Al 'isyruuna

Ke-21. Al haadii  Al haadiyata wal
wal 'isyruuna      'isyruuna

Ke-22. Ats tsaanii wal 'isyruuna

Ke-23. Ats tsaalitsu wal 'isyruuna

Ke-100. Al mi-atu

(Bilangan tingkat ke-1 pertama dalam bentuk Af'alu walaupun dengan tanwin. Tingkat ke-2 - 10 dengan bentuk Faa'ilun. Semuanya adalah adjective biasa, disesuai kan (mengikuti) kata bendanya.

Ketentuan seperti bilangan utama (m/f) yang terbalik, tidak berlaku, dan tetap memakai ta marbuthah bagi feminin (kecuali feminin Uulaa).

Harus diingat bahwa Ta dari Sitta tun = "6" bilangan utama diganti de ngan Dal dan Sin nya dalam bila gan tingkat. Bilangan tingkat ini mungkin saja tidak definitif.

Bilangan tingkat 11 - 19 adalah tidak berobah, Haadiya adalah bentuk Faa-ilun dengan terjadi  dari Hadaa < Wahada.

Bilangan tingkat Awwalun tidak dipakai dalam bilangan tingkat yang lebih tinggi. Femininnya seperti feminin "ke - 11".

Bagi tingkat puluhan ( ke 20, 30 dan seterusnya) bilangan utama yang dipakai semuanya tidak terpengaruh oleh jenis (tetap) sebagai masculin jamak.

Untuk gabungan bilangan tingkat yang terdiri dari puluhan dan satu an, adalah satuannya tingkat disam bungkan dengan puluhan utama. Apabila satuannya definitif (berkata sandang) maka puluhannya juga definitif).

Catatan :

1. Kadangkala bilangan tingkat juga dihubungkan dengan kata ganti/ ka ta benda seperti Awwaluhum = ya ng pertama dari mereka; Saadisu rajulun (laki-laki yang keenam).

2. Bilangan adverb: pertama kali, kedua kali, dan seterusnya. Diben tuk dengan menjadikannya tidak definitif dalam accusatif (bertan win). Tsaaniyan, Awwalan.

Contoh :

- Fissanatir raabi'ati.

- Amma fushuulus sanati fahiya awwalan.

- Fisy syahrits tsaalitsi.

- Fisy syahrits tsaaniya 'asyara.

3. Pecahan :

Bilangan pecahan 1/3 s/d 1/10 adalah dengan bentuk Fu'lun atau Fu'ulun (sebagian kecil). Jamaknya berbentuk Af'aalun. Pecahan diikuti langsung oleh kata benda (yang dihitung) sesudahnya.

1/2     Nishfun   (jamak Anshaafun)

1/3     Tsultsun (jamak Atslaatsun)

1/4      Rub'un

1/5      Khumsun

1/6      Sudsun

1/7      Sub'un

1/8      Tsumnun

1/9       Tus'un

1/10     'Usyrun


Pecahan-pecahan yang tertinggi biasanya diletakkan di depan sekali. Seperti Khamsatu ajzaa-i min sittatin wa 'isyriina juz-a = seperlima bagian dari 26 bagian.

Prosen diletakkan di depan sekali, seperti Arba'uuna bil mi-ati minasy sya'bi = 40 ℅ dari penduduk (bangsa) itu.

Contoh :

- Watusammaa ... Nishfa saa'atin

- Watusamma ... Tsultsa saa'atin

- Watusamma .. Rub'a saa'atin

- Watusamma .. Tslaatsata arbaa'is saa'ati

4. Lain-lain :

Dalam pelajaran di atas ada dua hal yang belum diuraikan mengenai bilangan (1 no 2) kata Sanawaatin adalah kata jamak biasa, dari Sana tun. Kata ini dengan menyisipkan waw dalam jamaknya.

Jadi Sanatun berasal dari Sanwa tun dan waw dikembalikan dalam jamak feminin yang sehat (biasa). Contoh lain adalah Akhawaatun jamak Ukhtun dan Safawatun jamak Safatun.

(Dalam no 4) kata Izan (sama de ngan izan) adalah kata perangkai = karena itu, dari itu.

III. Latihan :

1. Ini adalah (nama) bulan tahun Masehi, seperti yang dikenal dengan "Hilal al Khasib" (haazihi hiya asyhuru sanatii miilaadiyyati, kamaa tu'rafu fil hilaalil khashiibi : Kaanuunuts tsaanii, syubaathu, azaarun, niisaanun, ayyaarun, hazairaanun, tammuuzun, abun, ayluulun, tasyriinul awwalu, tisyriinuts tsaanii, kaanuunul awwalu).

2. Bulan-bulan itu dinamakan di Mesir dan beberapa negeri lain : Januari, dst (Watusamma haazihil asyhuru mishra waba'dhil buldaanil ukhraa:  yanaayiru, fibraayiru, maarisu, abriilu, maayuu, yuunyuu, yuulyuu, aghustusu, sabtambiru, uktuubiru, nuupambiru, diisambiru).

3. Adapun (nama) bulan tahun Hijriyah adalah : Muharram, Shafar, Rabi'ul awwal, Rabi'ul akhir (stani), Jumadil awwal, Jumadil akhir, Rajab, Sya'ban, Ramadhan, Syawal, Zulka'idah, Zulhijjah (Ammaa asyhurul sinatil hijriyati fatusamma : al muharramu, shafarun, rabii'ul awwalu, rabii'uts tsaanii, jumaadal uulaa, jumaadal aakhiratu, rajabun, sya'baanu, ramadhaanu, syawwaalun, zul qa'dati, zul hijjati).

4. Adapun (nama) hari dalam seminggu adalah hari Ahad, Senin, hari Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan hari Sabtu (Ammaa ayyamul.l usbuu'i fahiya : yaumul ahadi, yaumul itsnaini, yaumuts tsulatsaa-i, yaumul arbi'aa-i, yaumul khamiisi, yaumul jum'ati, yaumus sabti).

5. Penanggalan ditulis dan dibaca seperti ini : Hari Selasa, hari ketujuh belas bulan Februari tahun 1953 Masehi, yaitu hari yang ketiga bu lan Jumadil akhir tahun 1372 Hijriyah (Wayuktabut taariikhu aw yuqra-u 'alaa haazihith tharriiqati : yaumats tsulatsaa-i fis saabi'a 'asyara min (syahri) fibraayira sanata alfin wa tis'i mi-atin wa tsalaatsin wa khamsiina milaadiy yatan ay al yaumuts tsaalitsu min (syahri) jumaadaal aakhirati sanata alfin wa tsalaatsi mi-atin watsna taini wa sab'iina hijriyyatan).


IV. Ulangan :

a. Terjemahkan ke Bahasa Indonesia :

1. Fi Syarii'atil islaamiyyati tu'thal mar'atu nishfa maa yanaaluhu ar rajulu wayaquulul ba'dhu inna zaalika kaafin lahaa.

2. Limishra khamsata 'asyara mamatstsilan fil umami mutaahidati lahum shifatun rasmiyyatun yahdhuru ba'dhuhum al jalasaati bainamaa ya'malul ba'dhul aakharu fii 'iddati makaatiba kamastasyaariina yabhatsuuna fil qaraaraatil mukhtalifati, wayaquumu haa-ulaa-i bitandhiimi su-uunil wafd.

3. Ashshalaatu wal hajju min arkaanil islaamil khamsati, wa yajibu 'alal muslimil qaadiri ayyaquuma bihimaa.

4. Fii lunduna yuujadu katsiirun minal janaa-inil  'ammaatil latii tamtaddul waahidatu minhaa ba'dal ukhraa. Wala'alla 'adadahaa aktsarul mi'ati. Walimu'adzdzhamil buyuuti fii muduni bariithaaniyaa basaatiinu aw janaa-inu khashshah.

5. Washala kuulumbuusu ilaa amriika qaadiman isbaaniyaa Spanyol sanata alfin wa-arba'i mi-atin watsnataini watis'iina fa-assasa musta'maratin isbaaniyyatan, wafil 'aami nafsihi adhtharral isbaanul 'araba ilaal khuruuji min isbaaniyaal latii samaahal "arabul andalusa

6. Khalaqa menjadikan Allaahus samaawaatil waasi'ati wal-ardhu wa kulla maa fil wujuudi fii sittati ayyaamin wastaraaha fil yaumis saabi'i.

7. Yaluuhu lii annal ustaadza fulaaniyya yakaadu laa ya'rifu kam huwa tsultsuts tsalaatsati.


8. Tata'allaful ba'satu diraasiyyatul 'iraqiyyatu min tsalaatsi mi'ati thaalibin qadimuu min jamii'i ajzaa-il 'iraaqi wantasyaruu fii jaami'aati amriikal kubraa wahum yasta'idduuna likhidmati ummatihim watahqiiqi majdihaa wamadaniitihima.


b. Terjemahkan ke Bahasa Arab :

1. (Kaum) Umaiyah mempunyai empat belas khalifah.

2. Indonesia mempunyai lebih dari seratus empat puluh juta penduduk.

3. Presiden Republik Indonesia yang pertama, Soekarno, menyiar kan (memproklamirkan) Kemerde kaan pada 17 Agustus 1945.

4. Para pegawai Departemen Pendi dikan mengemukakan lima (ma cam) tuntutan mereka kepada men terinya dan mereka berkata akan se nantiasa mogok sampai tuntutan mereka dilaksanakan (dipenuhi).

5. Perwujudan (didirikannya) Liga Arab menggambarkan langkah per tama menuju kerjasama antara 10 negara-negara Arab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar