Selasa, 21 Desember 2021

Nasehat Imam Al-Ghazali (1)

Tausiyah Nasehat Imam Al-Ghazali (1) 
Jangan Berpanjang Angan-angan 
By Aminuddin 
ID : Pub-4876570404296850


 KETAHUILAH saudaraku .. Jika anda suka memperpanjang angan-angan, hanyut dalam lamunan yang tidak wajar, akan timbul empat hal berikut pada diri anda, yaitu … 1. Meninggalkan taat kepada Allah SWT dan bermalas-malasan. Benarlah apa yang dikatakan Da wud At-Thai , “Barangsiapa takut ancaman Allah, maka yang jauh menjadi dekat. Dan barang siapa yang panjang angan-angan, maka buruk amalnya.” Yahya bin Mu’adz Ar-Razi mengatakan, “Panjang angan-angan (Thulul Amal) itu memutuskan setiap kebaikan, tamak mencegah dari setiap kebenaran, sabar membawa kepada keberuntu ngan dan nafsu mengajak kepada setiap kejahatan.” 2. Meninggalkan dan menunda-nunda tobat. Dengan entengnya anda berkata, “Nanti sajalah aku bertobat. Hari-hariku masih panjang, aku masih muda, usiaku baru sedikit, tobat berada di de panku dan aku mampu melaksanakannya kapan saja aku mau.” Padahal bisa jadi dihenyakkan oleh kedatangan ajal yang menjemputnya secara tiba-tiba, sementara ia masih berbuat dosa dan belum sempat memperbaiki amalnya. 3. Materialistis. Suka menimbun dan menumpuk-numpuk harta, sibuk mengurusi dunia dan melu pakan akherat. Abu Dzar ra berkata, “Aku bisa mati terbunuh oleh angan-angan akan suatu hari yang tidak sempat kutemui.” Kepadanya ditanyakan, “Bagaimana bisa begitu hai Abu Dzar?” Ia menjawab, “Karena angan-anganku melampaui batas umurku.” 4. Kekerasan hati. Hati menjadi keras dan melupakan akherat. Sebab, jika anda berangan-angan akan kehidupan dan panjangnya umur anda, tentu anda menjadi tidak ingat kematian dan melu pakan kuburan. Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah berkata, “Sesungguhnya yang paling aku takutkan dari anda ada dua hal. Yaitu, panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu.” Ab u Dzar Al-Ghifari berkata, “Dunia itu hanya tiga jam (saat). Satu jam telah berlalu, satu jam sedang an da jalani, dan satu jam lagi anda tidak tahu, apakah anda menjumpainya atau tidak.” Nabi Isa as bersabda: “Dunia itu hanya tiga hari, yaitu hari yang telah berlalu, sementara anda tidak memiliki kekuasaan sedikitpun untuk mengendalikannya; hari esok yang tidak anda ketahui, apakah bisa menemukannya atau tidak; hari yang sedang anda jalani ini, maka pergunakannlah kesempatan ini sebaik-baiknya.” Syekh Abu Bakar Al-Waraq, guruku berkata,” Dunia itu hanya tiga nafas. Satu nafas telah berlalu memba wa amal saleh yang telah anda kerjakan; satu nafas yang sedang anda jalani; dan satu nafas lagi, anda ti dak mengetahuinya apakah anda dapat menjumpainya atau tidak. Sebab, banyak orang yang sedang bernafas, tiba-tiba dihentikan oleh kedatangan maut sebelum sempat bernafas kembali.” Tidakkah anda sadar akan apa yang disabdakan Nabi Muhammad SAW tentang Usamah berikut ini: “Tidakkah anda merasa heran kepada Usamah yang membeli dengan tempo sebulan? Sesungguhnya ia panjang angan-angan. Demi Allah, setiap aku meletakkan telapak kaki, aku menyangka bahwa aku tidak dapat mengangkatnya lagi. Dan setiap kali aku menyuap sesuap, aku menyangka bahwa aku tidak akan dapat menelan sesuap itu sampai aku tersusul oleh maut. Demi Allah yang menguasai diriku, segala apa yang Allah telah janjikan kepada anda pasti akan terjadi. Dan sekali-kali anda tidak akan dapat melemah kan kehendak Allah.” Diceritakan, bahwa Zurarah bin Auf sesudah wafatnya pernah dimimpikan oleh seseorang yang berta nya: “ Amal apakah yang paling utama menurut anda?” Zurarah menjawab, “Ridha dan pendek angan-angan.” Maka dari itu, renungkanlah diri anda wahai saudaraku. Curahkanlah potensi anda pada pokok agama yang sangat urgen ini. Karena, pendek angan-angan (Qashrul Amal) adalah sesuatu yang sangat penting dan berpengaruh besar terhadap hati dan nafsu menuju kebaikan. Kepada Allah SWT-lah kita memohon petunjuk dan pertolongan. Dia-lah sebaik-baik pemberi pertolongan, berkah anugerah dan rahmat-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar