Oleh : Aminuddin
ID : Pub-4876570404296850
INILAH beberapa khauf para nabi, wali, ulama dan orang saleh. Sebenarnya kita lebih berhak khauf daripada mereka. Namun alangkah eloknya jika khauf kita bukan karena cuma banyaknya dosa, tapi sebab beningnya hati dan ke sempurnaan ma’rifat.
Allah SWT berfirman:
- “Dan dari mana saja kamu berangkat, maka palingkanlah wajahmu kea rah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS Al-Baqarah 150)
- “Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS Ali Imran 175)
- “Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS An-Nuur 52)
Bagi mereka yang takut kepada Allah SWT akan mendapatkan ampunan dan pahala yang besar.
Firman-Nya:
- “Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak Nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.” (QS Al-Mulk 12).
- “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya).” (QS An-Naazi’aat 40-41).
- “Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘And yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya.” (QS Al-Bayyinah 8).
Kita harus meminta kepada-Nya agar Dia menerima tobat kita. Bahkan kita meminta kepada-Nya agar hati kita mempunyai keinginan untuk bertobat dan bukan hanya lisan kita saja yang bertobat, sehingga kita tidak termasuk orang yang berkata, namun tidak berbuat, mendengar tapi tidak menerima.
Bila kita mendengar nasihat, maka kita menangis, namun bila datang waktu mengamalkan apa yang pernah kita dengar, maka kita maksiat. Alamat kehinaan lebih besar daripada ini. Semoga Allah SWT memberikan pertolongan kepada kita.
Amin ya robbal alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar