Rabu, 29 Desember 2021
Novel Sayonara (13)
Novel Sayonara (13)
Oleh Aminuddin
ID Pub-8800179315466420
ADA sebuah mobil patroli berhenti di seberang jalan. Dua orang polisi turun dari mobil. Keduanya menuju ke tempat dimana Amung dan Ameng menelepon tadi.
"Bro. Cepat!"
Telepon dibiarkan tergantung oleh Ameng. Berdua Amung mereka ber gegas menuju lokasi sepeda motor yang diparkir di depan pusat pertokoan.
Tapi terhalang oleh dua polisi tadi. Mereka berbalik arah. Berlari kencang ke pertigaan.
Terjadi kejar-kejaran.
Di pertigaan ada mobil patroli yang baru saja berhenti. Melihat Ameng dan Amung menyeberang jalan, seorang polisi turun dari mobil yang ia kemudikan sendiri, bergegas mengejar.
"Aduh bro."
Kaki sempat terkilir saat menaiki trotoar, Ameng berlari dengan sedikit terpincang-pincang.
"Berhenti!" Teriak bertubuh kurus tinggi.
Ameng ragu. Berhenti atau terus.
"Terus lari bro." Kata Amung.
Ameng yang sudah agak kepaya han terus berlari. Tapi tidak secepat larinya Amung.
Dooor ...
Dooor ...
Dua peluru dimuntahkan. Satu tepat sasaran, satunya lagi melenceng.
Karena Amung lebih cepat menghindar dengan berbelok ke kiri.
Sementara Ameng terjatuh.
Menahan sakit di kaki kanan yang barusan terkena peluru.
Ameng diamankan.
Kedua tangannya diborgol, lalu dibawa masuk ke dalam mobil patroli oleh polisi yang tiba belakangan.
Sementara dua polisi temannya terus mengejar Amung, yang karena merasa aman dari kejaran, sembunyi di balik pos perkantoran dengan lampu remang-remang.
Dia kelihatan cemas dan mulai ke takutan. Dia yakin Ameng sudah ditangkap pasca letusan senjata api tadi.
"Gawat ini," bisiknya dalam hati.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar