Rabu, 22 Desember 2021

Takut Kepada Allah SWT (1)

Siraman Rohani … Takut kepada Allah SWT (1) 
Oleh Aminuddin 

ID : Pub-4876570404296850

AL-Hasan Al-Basri , dari Jabir ra, ia berkata, Rasulullah SAW telah bersabda: “Seorang mukmin di antara dua ketakutan, antara ajal yang telah lalu, tidak tahu apakah yang akan dilakukan oleh Allah SWT pada nya, dan ajal yang akan datang juga tidak tahu bagaimana putusan-Nya terhadap dirinya. Karena itu, se harusnya seorang hamba itu membekali dirinya dengan amalnya sendiri untuk keselamatan dirinya, dan dari dunia untuk akherat, serta hidup untuk matinya. Maka demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sesudah mati tidak ada lagi kesempatan untuk meminta ampun, dan sesudah dunia ini tidak ada tempat selain surga dan neraka.” Ammar bin Manshur berkata, ketika saya di bawah mimbar Ady bin Arthat, tiba-tiba ia berkata, suka kah saya ceritakan kepadamu hadist antara aku dan Rasulullah SAW tidak renggang terkecuali oleh seseorang? Hadirin menjawab, ya. Maka ia berkata, sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda: “Allah telah menjadikan malaikat di la ngit yang ke tujuh yang terus menerus sujud sejak dijadikan Allah SWT hingga hari kiamat selalu geme tar persendian mereka karena takut kepada-Nya. Maka bila tiba hari kiamat, mereka mengangkat kepala sambil membaca, ‘ Maha Suci Engkau Tuhan kami belum menyembah kepada-Mu dengan sesungguh arti menyembah (subhaanaka maa’abad naaka haqqo ‘ibaadatik).’ Rasulullah SAW bersabda: “Jika merasa gentar hati seorang mukmin karena takut kepada Allah SWT, maka runtuhlah dosa-dosan ya bagaikan daun kering yang rontok dari pohonnya.” Ketika ditanya, siapakah keluargamu ya Rasulullah? Beliau menjawab dengan tegas, “Aahi kullu mu’mi nin taqiyyi ilaa yaumil qiyaamati alaa inna au liyaa’I humul muttaquuna wala fadhla li ahadin min kum illa bitaqwal laahi azza wajalla” (Keluargaku ialah tiap-tiap mukmin yang bertakwa hingga hari kiamat. Ingatlah bahwa wali-waliku ialah orang-orang muttaqin, dan tiada kelebihan bagi seorang hamba di antara kamu kecuali dengan taqwallah azza wajalla). Ar-Rabie, dari Al-Hasan, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda: “Tiga macam yang menyelamat kan dan tiga macam yang membinasakan. Adapun yang membinasakan adalah tamak dan bakhil yang di taati, hanya nafsu yang selalu dipertaruhkan dan kesombongan seseorang dengan dirinya (berbangga diri). Sedangkan yang menyelamatkan ialah adil dalam ridha dan marah (tidak dapat dikalahkan oleh hawa nafsu), sederhana dalam kaya dan papa, serta takut kepada Allah SWT ketika sendirian, atau di muka umum (dalam rahasia atau terang).” Abul Laits berkata, tanda takut kepada Allah SWT itu terbukti dalam tujuh macam: 1. Terbukti di lidahnya. Tertahan lidahnya dari dusta, ghibah dan berbicara yang tidak penting. Lalu digunakan untuk berzikir kepada Allah SWT, membaca Al-Quranul Karim dan mempelajari ilmu pengetahuan. 2. Menjaga perutnya sehingga tidak makan kecuali yang halal, dan menurut kadar hajatnya. 3. Memperhatikan penglihatannya sehingga tidak melihat yang haram, dan tidak melihat dunia ini kecuali sekadar untuk peringatan. 4. Menjaga tangannya sehingga tidak mengulurkannya kepada yang haram. Hanya digunakan untuk taat kepada Allah SWT semata. 5. Menjaga kedua kakinya sehingga tidak digunakan kepada maksiat. 6. Menjaga hatiya, sehingga membersihkannya dari hasud, iri hati, dengki, dan diganti dengan rasa sayang kepada sesama orang muslim. 7. Menjaga taatnya supaya benar-benar tulus ikhlas kepada Allah SWT, dan selamat dari riya’, nifaq. Maka apabila ia telah melaksanakan semuanya itu, termasuklah ia orang-orang yang dijamin dalam ayat -- “Wal aakhiratu inda rabbika lil muttaqien” (Dan kehidupan akherat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang yang bertakwa). (QS Az-Zukhruf 35), “Sesungguhyaorang-orang yang bertakwa pasti selamat dan bahagia” (QS Naba’ 31), “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa dalam tempat yang aman” (QS Ad-Dukhaan 51), “Dan tidak ada seorang pun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang dzalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (QS Maryam 71-72).”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar