Sabtu, 01 Januari 2022

Novel Sayonara (16)

Novel Sayonara (16) Oleh Aminuddin ID pub-8800179315466420 BAB VIII "ITU mereka Let!" Sersan Yuni menunjuk ke bebatuan sebelah kanan. Ada sekelebat ba yang-bayang orang di sana. Entah siapa. Bisa jadi Awal. Akhir atau mungkin saja Amang. Dooor ... Sebuah tembakan menyasar ke Let nan Selamet. Tapi yang terkena justru Sersan Komar. Untung yang terkena bukan wajah nya. Tapi topi yang dia kenakan. "Cuma segitu bro tembakanmu. Ayo tembak lagi." Teriak Sersan Komar memperlihatkan wajahnya. Awal rupanya terpancing. Dia lepaskan tembakan berikutnya. Tapi meleset. Hua ha ha ... "Cepat kita keluar!" Bisik Amang. Tanpa sepengetahuan Letnan Selamet cs, Awal, Akhir dan Amang bergerak menuju ujung goa. "Cepat sedikit Bang Akhir," ujar Amang. Jangan sampai terlambat. Jika terlambat mereka bisa jadi akan tertangkap. Sementara itu, karena tidak terdengar lagi suara tembakan, Letnan Selamet dan kawan-kawan mulai mendekati lokasi persembunyian Awal cs. Tentu dengan senjata di tangan. Siap ditembakkan sewaktu-waktu. Kreseeek ... Terbisan dinding goa. "Hati-hati Sersan." Yuni mengingat kan. Di luar goa Sersan Yahya tak tenang. Cemas dan gelisah. Ye Apalagi setelah mendapat laporan dari Letnan Selamet barusan, Awal cs menghilang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar