Senin, 03 Januari 2022
Novel Sayonara (18)
Novel Sayonara (18)
Oleh Aminuddin
ID pub-8800179315466420
BAB IX
DI warteg pinggir jalan ...
"Bu minta makan sedikit Bu. Saya lapar sekali," ucap Amung dengan nada sedikit mengiba.
Uang di kantong tak ada, terpaksa mengemis.
Si ibu yang empunya warteg tak te ga juga melihatnya. Muka pucat, rambut tak terurus.
"Ini, seadanya saja ya Pak," kata si ibu.
Amung lega. Meski cuma sepiring nasi putih dan ikan asin, karena la par, dia makan dengan lahapnya.
"Jangan lupa minum ya Pak." Si ibu menaruh segelas air putih di dekat Amung makan.
Tak lama kemudian datang bebe rapa lelaki paruh baya. Mereka turun dari mobil.
Sepertinya mereka dari melakukan perjalanan luar kota.
Salah seorang dari mereka menga mati gerak gerik Amung yang men curigakan.
Makan dengan cepat, tidak tengok kiri kanan dan berubah buru-buru setelah kedatangan 4 pria berkulit sawo matang itu.
Salah seorang dari mereka yang berambut ikal bangkit dari tempat duduknya.
Dia mendekati Amung. Dia penasaran.
Amung yang tahu tengah didekati buru-buru berdiri dan mengucapkan terima kasih kepada ibu penjual gorengan dan nasi gemuk itu.
Tentu saja tambah bikin penasaran pria berambut ikal tadi. Dia coba menyusul Ameng yang berjalan tergesa-gesa.
"Mas .. Mas ... Mas. Tunggu!"
Amung menoleh sejenak ke bela kang.
Tatapannya dingin.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar