Selasa, 04 Januari 2022

Novel Sayonara (19)

Novel Sayonara (19) 
Oleh Aminuddin 

ID : Pub-4876570404296850

"MAU apa kamu?" Tanya Amung. 

Dia sudah pasang kuda-kuda jika lelaki di belakangnya itu melakukan serangan secara tiba-tiba.

"Sepertinya saya pernah lihat Mas. Tapi dimana ya?" Sambil menggaruk kepala ingin agar wajah Amung terlihat seutuhnya. Bukan dari samping. Tapi dari depan. 

Karena mulai curiga, Amung balik badan ke depan. "Tunggu Mas!" 

Amung tak memperdulikannya. Dia mempercepat langkah kakinya. Terpaksa berlari karena terus diikuti. 

"Mas, tunggu!" Ameng tak menghiraukannya. Dia terus berlari. Semula pria tadi ingin mengejarnya. Tapi mengurungkan niatnya. 

Dia memilih untuk kembali mene mui rekan-rekannya yang sudah me nyeruput air kopi dan teh manis hangat. Kepada rekan-rekannya yang diketa hui bernama Amran mengaku seper tinya kenal dengan Amung. Tapi dimana, dia kurang tahu. 

Tak lama kemudian datang singgah seorang polwan. Tanpa basa basi dia memperlihatkan foto seorang pria yang saat ini tengah dicari polisi. 

"Tolong Mas. Ibu juga. Pernah lihat foto orang ini?" Tanya si polwan ramah. 

Si ibu terdiam. "Kenapa dia dicari Mbak?" Tanya Amran penasaran. 

"Dia terlibat percobaan pembunu han terhadap presiden." 

Haaaa? 

Karena terkejut, si ibu jual gorengan jatuh pingsan. Tak sadarkan diri. Tapi hanya sebentar. Setelah siuman dia mengaku baru saja memberi makan Amung. Karena kelaparan. 

"Ibu tak tega melihatnya Nak," ucap si ibu gemetaran. Tiga rekan Amran tentu saja kaget. Sedangkan Amran tidak. Karena dia tahu foto yang diperlihatkan polwan ada kemiripan dengan lelaki yang dia kejar barusan. 

"Kemana dia larinya Dik?" Tanya si polwan. 

Amran menunjuk ke depan. Jalanan belum begitu ramai. Hari masih pagi. Tapi dari petunjuk Amran, si polwan tahu Amung pasti lewat jalan tembus lorong. Memilih aman dari kejaran polisi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar