Senin, 07 Februari 2022

Nostalgia Permainan Anak di Masa Kecil (2)

Nostalgia Permainan Anak di Masa Kecil (2) Oleh aminuddin lD: pub-4876570404296850
1. Lompat Tali Karet Permainan tradisional keempat yaitu lompat tali. Tali yang digunakan untuk bermain biasanya menggunakan karet yang disambung satu persatu sehingga menjadi panjang. Setelah itu, ujung karet diikat dan siap kamu gunakan untuk bermain lompat tali. Permainan ini biasanya dimainkan oleh lebih dari dua orang dan ada dua orang yang akan bertugas memegang tali. Namun jika tidak ada yang ingin memegang tali, bisa diikatkan pada tiang atau pohon. Cara bermainnya yaitu, tali ditaruh mulai dari paling bawah lalu lompat, dan seterusnya hingga tali sampai ditaruh di atas kepala. Jika tidak bisa melompat, harus diulang lagi dari level terbawah. Pemenang dari lompat tali ini bisa menyuruh yang kalah apa saja, asal jangan yang aneh-aneh ya!
2. Engklek Permainan legenda satu ini merupakan salah satu permainan tradisional yang sampai saat ini masih sering dimainkan hampir di seluruh wilayah Indonesia, walaupun setiap daerah memiliki sebutan yang berbeda-beda namun cara memainkannya tetap sama. Engklek bisa dimainkan oleh perempuan maupun laki-laki, bisa dimainkan hanya dua orang saja atau maksimal lima orang. Karena harus menunggu giliran untuk memainkan ini, jadi jika terlalu banyak yang memainkannya, pemain akan bosan karena menunggu terlalu lama. Cara memainkannya yaitu dengan menggambar kotak-kotak di lantai seperti pada gambar dengan menggunakan kapur. Akan lebih asik jika dimainkan di lapangan dengan permukaan lantai yang rata, jadi mudah untuk menggambarnya. Jumlah kotak yang digambar ada sembilan yaitu tiga kotak horizontal, disambung dengan tiga kotak vertkal, lalu tambah satu kotak diatasnya dan dua di horizontal. Setiap pemain akan melompati kotak-kotak tersebut secara bergiliran. Melompatnya harus dengan satu kaki, jika terjatuh maka pemain harus menandai kotak terakhir dengan menaruh batu.
3.Ketapel Permainan ini memang mayoritas dimainkan laki-laki. Mainan ini terbuat dari tiga komponen, yaitu: gagang, alas, dan karet. Gagang ketapel terbuat dari bahan kayu bercabang, biasanya mirip huruf “Y”. kemudian karet pegas atau bisa juga karet gelang dirangkai sedemikian rupa dengan alas agar berguna untuk menempatkan batu atau kerikil untuk dilontarkan. Permainan ini memberikan keseruan sendiri pada anak-anak. Biasanya anak-anak akan menembakkan peluru buatan atau kerikil untuk menembak sasaran tertentu seperti burung yang sedang membuat sangkar di pohon.
4. Gasing Permainan yang tidak kalah menarik selanjutnya adalah gasing. Anak-anak bisa memainkan gasing ketika jam istirahat sekolah atau sepulang sekolah. Untuk beradu permainan ini anak-anak bisa memainkannya di tanah yang lapang. Gasing terbuat dari kayu atau bambu yang dimainkan dengan cara diputar menggunakan tali. Kemudian gasing dimainkan secara bersamaan untuk diadu, gasing yang berputar paling lama maka ia pemenangnya, dan sebaliknya, gasing yang paling cepat berhenti maka dia yang kalah.
5. Pletokan Permainan tradisional ini sangat digemari pada zamannya oleh anak laki-laki maupun perempuan. Permainan ini hanya membutuhkan sebuah bambu kecil yang sudah di rakit, dan koran basah sebagai pelurunya. Biasanya, anak-anak zaman dulu memainkan alat ini untuk bermain perang-perangan, atau untuk menembak burung. Pelurunya sendiri tidak terlalu sakit jika terkena tubuh, namun suara yang dihasilkan sangat nyaring bak petasan. Itu lah yang membuat pletokan menjadi seru.
6. Mendorong Ban Bekas Karena zaman dulu belum banyak permainan modern, sehingga barang bekas pun bisa dijadikan mainan, seperti ban sepeda bekas. Sehingga, anak-anak sering memainkan ban sepeda bekas sebagai permainan tradisional, yang digerakan dengan tongkat, agar bisa berjalan. Biasanya, permainan ini dijadikan untuk perlombaan. Siapa yang berhasil membawa ban sepeda bekas tersebut, ke garis finish, maka dia adalah pemenangnya. Tidak mudah untuk membuat ban berjalan seimbang dan lurus. Kamu harus membutuhkan kecepatan yang pas, keseimbangan, dan pukulan yang tepat. (dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar