Kamis, 19 April 2018

Soleh (23)

Cerita untuk Anak

Soleh (23)
Oleh Wak Amin


TEPUK tangan kembali bergema di bawah panggung setelah siswa kelas 5 SD Al-Munawar dengan lincah nya menabuh rebana diiringi dentingan suara gitar.

Jumlah mereka kurang lebih sepuluh orang. Tiga siswa laki-laki, si sanya siswa perempuan. Mengenakan kebaya dan bercelana hitam baju putih lengan panjang  serta berkopiah hitam bagi siswa laki-laki.

Mereka membawakan tiga buah tembang. Dua di antaranya berbahasa Arab, satunya lagi berbahasa Indonesia.

Inilah syair lagu terakhir yang mereka senandungkan. Mereka beri judul ... 'Al-Munawar'.

     "Kami siswa-siswi Al-Munawar
      Tak henti terus belajar
      Cita-cita kami kejar
      Tak pandang perut lapar ...

         Kami siswa-siswi Al-Munawar
         Maju terus tak pernah gentar
         Siap hadapi yang kurang ajar
         Demi membela yang benar ..

       Kami bantu yang lemah
       Tanpa harus bersikap pongah
       Selalu waspada tak pernah
       lengah
       Walau mesti terengah-engah ..

          Sawah ladang kami punya
          Ikan juga kami pelihara
          Siap dijual dengan harga
          murah
          Siap bantu orang yang
          susah ...

      Kami siswa-siswi Al-Munawar
      Selalu setia dan rajin belajar
      Maju terus tak pernah gentar
      Demi membela yang benar.."


Plak .. pak .. plak ... pak ...

"Terima kasih bapak ibu dan hadirin sekalian," kata Marwiyah dengan suara lantang.

"Berikutnya kami panggilkan dua orang adik kelas kami masing-masing Zuleha dan Abdul ..."

Plak .. pak .. plak ... pak ...

"Terima kasih .. terima kasih," ucap Marwiyah bangga. Mempersilakan Zuleha berdiri di tengah depan pang gung sementara Abdul duduk di kursi sambil memetik gitar.

Jreeeeng ..

Jeeeng ...

Ting ... Ting .. Ting ...

"Selamat siang bapak dan ibu seka lian. Kakak dan adik kami serta teman-teman kami semuanya. Kami akan membawakan sebuah puisi yang kami beri judul ...'Berkibarlah Al-Munawarku'. Selamat mendengarkan ..."

Zuleha memulai puisinya ....

   "Berkibarlah Al-Munawarku
    Singgahi pulau-pulau kami
    Temui teman-teman kami
    Yang jauh di pelosok negeri
    Berilah mereka harapan
    Kasihanilah penuh kasih
    sayang ...

      Mereka saudara kami
      Mereka sahabat kami
      Walau kami jauh
      Dipisahkan bentangan pulau
      Kami kukuh satu hati
      Tak goyah kena angin
      Tetap kokoh meski badai
       menerpa ...

     Berkibarlah Al-Munawarku
     Sambangi pagi biar melimpah
     rezeki
     Sambut siang biar menerangi
     Datangi sore biar meneduhi
     dan sambut malam biar
     pernama datang menghampiri 

     ...."

Hadirin khusyuk mendengar ...

Terdengar suara dentingan gitar yang dimainkan dengan lembut oleh Abdul. Tanpa kata.

Zuleha melanjutkan ...

   "Al- Munawarku
    Berkibar terus sepanjang hari
    Sepanjang malam
    Tak kenal lelah
    Pantang menyerah
    Tampil gagah ..."






Tidak ada komentar:

Posting Komentar