Kamis, 15 November 2018

Cerita Rakyat (11)

Cerita Rakyat (11)
Oleh aminuddin




11. BALI                        




Manik Angkeran
Asal Mula Selat Bali




PADA jaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang benama Sidi Mantra yang sangat terkenal kesaktiannya.

Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahinya harta benda dan seorang istri yang cantik.

Sesudah bertahun-tahun kawin, mereka mendapat seorang anak yang mereka namai Manik Angkeran.

Meskipun Manik Angkeran seorang pemuda yang gagah dan pandai, namun dia mempunyai sifat yang kurang baik, yaitu suka berjudi.

Dia sering kalah sehingga  terpaksa mempertaruhkan harta kekayaan orang tuanya, bahkan berhutang pada orang lain.

Karena tidak dapat membayar hu tang, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya untuk berbuat sesuatu.

Sidi Mantra berpuasa dan berdoa untuk memohon pertolongan dewa-dewa.

Tiba-tiba dia mendengar suara, "Hai, Sidi Mantra, di kawah Gunung Agung ada harta karun yang dijaga seekor naga yang bernarna Naga Besukih. Pergilah ke sana dan mintalah supaya dia mau mernberi sedikit hartanya."

Sidi Mantra pergi ke Gunung Agung dengan mengatasi segala rintangan.

Sesampainya di tepi kawah Gunung Agung, dia duduk bersila. Sambil membunyikan genta dia membaca mantra dan memanggil nama Naga Besukih.

Tidak lama kernudian sang Naga keluar. Setelah mendengar maksud kedatangan Sidi Mantra, Naga Besukih menggeliat dan dari sisiknya keluar emas dan intan.

Setelah mengucapkan terima kasih, Sidi Mantra mohon diri. Semua harta benda yang didapatnya diberikan kepada Manik Angkeran dengan harapan dia tidak akan berjudi lagi.

Tentu saja tidak lama  kemudian, harta itu habis untuk taruhan. Manik Angkeran sekali lagi minta bantuan ayahnya.

Kali ini Sidi Mantra menolak untuk membantu anakya ...

Manik Angkeran mendengar dari temannya bahwa harta itu didapat dari Gunung Agung. Manik Angkeran tahu untuk sampai ke sana dia harus membaca mantra tetapi dia tidak pernah belajar mengenai doa dan mantra.

Jadi, dia hanya membawa genta yang dicuri dari ayahnya waktu ayahnya tidur.

Setelah sampai di kawah Gunung Agung, Manik Angkeran membunyikan gentanya.

Bukan main takutnya ia saat me lihat Naga Besukih. Setelah Naga mendengar maksud kedatangan Manik Angkeran, dia berkata;

 "Akan kuberikan harta yang kau minta, tetapi kamu harus berjanji untuk mengubah kelakuanmu. Jangan berjudi lagi. Ingatlah akan hukum karma."

Manik Angkeran terpesona melihat emas, intan, dan permata di hadapannya.

Tiba-tiba ada niat jahat yang timbul dalam hatinya. Karena ingin men dapat harta lebih banyak, dengan secepat kilat dipotongnyalah ekor Naga Besukih ketika Naga beputar kembali ke sarangnya.

Manik Angkeran segera melarikan diri dan tidak terkejar oleh Naga. Tetapi karena kesaktian Naga itu, Manik Angkeran terbakar menjadi abu sewaktu jejaknya dijilat sang Naga.

Mendengar kernatian anaknya, ke sedihan hati Sidi Mantra tidak terka takan.

Segera dia mengunjungi Naga Be sukih dan memohon supaya anak nya dihidupkan kembali.

Naga menyanggupinya asal ekor nya dapat kembali seperti sedia kala.

Dengan kesaktiannya, Sidi Mantra dapat memulihkan ekor Naga ..

Setelah Manik Angkeran dihidup kan, dia minta maaf dan berjanji akan menjadi orang baik.

Sidi Mantra tahu bahwa anaknya sudah bertobat tetapi dia juga me ngerti mereka tidak lagi dapat hidup bersama.

"Kamu harus mulai hidup baru te tapi tidak di sini," katanya.

Dalam sekejap mata dia lenyap. Di tempat dia berdiri timbul sebuah sumber air yang makin lama makin besar sehingga menjadi laut.

Dengan tongkatnya, Sidi Mantra membuat garis yang mernisahkan dia dengan anaknya.

Sekarang tempat itu  menjadi selat Bali yang memisahkan pulau Jawa dengan pulau Bali.










____

www.seasite.niu.edu > budaya _ bangsa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar