Satu Tiang (20-tamat)
Oleh aminuddin
KEMANA Ramli dan Ridwan diungsikan?
Di sebuah tempat yang hanya Mr Clean dan Letnan Ratna yang me ngetahuinya.
Sementara Betet dan Gendut dijeb loskan di penjara bawah tanah ..
Bagaimana dengan Bos Besar?
Kriiiing ...
Kriiing ..
"Ya Tuan Besar." Pak Lim rada ka get karena tak biasanya Bos Be sar menelepon tengah malam.
Pasti ada apa-apanya ...
"Siapkan kendaraan. Saya berang kat malam ini juga," kata Bos Besar.
Kemana tujuan tak diberitahukan. Pak Lim juga tak menanyakan hal itu.
Justru dia sibuk menelepon orang-orang yang diminta Sang Bos. Unik nya lagi, Pak Lim tidak tahu kapan Sang Bos berangkat.
Dia hanya tahu lewat telepon. Saat dalam perjalanan menuju suatu tempat, Sang Bos mengabari dia baru saja pergi.
"Amankan semuanya ya Pak!"
"Siap Pak Bos, eeeh Tuan Besar. Saya amankan semuanya."
"Bagus."
Bos Besar menarik nafas lega. Dia alihkan pandangan mata ke depan, kiri dan kanan serta belakang.
"Zul!"
"Ya Tuan."
"Ada pesan Mr Rahman?"
"Ada Tuan," jawab sang pengawal.
"Beliau minta kita langsung ke tem pat pesawatnya sekarang."
"Oke," kata Bos Besar. " Pak Luk man. Percepat jalannya!"
"Baik Tuan."
Mobil berbelok ke kanan. Melesat cepat. Hanya dalam tempo kurang dari sepuluh menit sudah tiba di ar ea parkir pesawat Mr Rahman.
Mr Rahman turut menyambut ke datangan koleganya ...
Berbincang-bincang sejenak. Lalu mereka menaiki pesawat. Sebelum turun dan mengucapkan selamat jalan kepada koleganya itu, Mr Rah man mengeluarkan pistol kecil dari balik mantel yang dia kenakan.
Dia arahkan muncung pistol ke ke pala Bos Besar dan terdengar letu san pelan sebanyak tiga kali.
Bersambung ke episode ..
MANGKUK ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar