Oleh Wak Amin
KEMANA mereka?
Tidak kemana-mana sebenarnya. Mereka, Nasrul dan Alif, keduanya nekat ingin bertemu Mr Clean dan Letnan Ratna.
Berjam-jam mereka menunggu di depan gedung markas keamanan setelah diberitahu petugas Mr Cle an dan Letnan Ratna sedang tidak berada di tempat.
"Masuk saja Bro," kata Alif.
"Janganlah. Kalau ketahuan gima na coba. Kita kan masuk dalam ta hap incaran setelah gagal menja lankan tugas kemarin itu," ujar Nasrul
"0h iya ya ..."
Eeeem ... Gimana ya?
"Oh ya Bro," kata Alif, " gimana ka lau kita datangi rumahnya saja? Mau kan?"
"Mau saja. Tapi apa kamu tahu rumahnya ..."
Hik hik hik hik ...
"Kok ketawa!"
"Lucu kamu ini Bro," kata Alif," ma sa lupa alamat rumah yang disat roni kemarin itu. Ada-ada saja ka mu. Atau jangan-jangan kamu telah pikun sekarang ini. BerobT Bro. Berobat ..."
"Apa-apaan kamu ini. Yang kumak sud itu alamat si polisi itu tau ..."
Hik hik hik hik ...
"Lucu kamu ini Bro."
"Lucu gimana?"
"Ya luculah. Masa datang ke rumah polisi itu. Jangan nekatlah. Lebih baik kita datangi rumah yang ke marin kita datangi itu."
"Lalu?"
"Kita bilang saja maunya kita. Kan beres."
"Enggak mau Lif."
"Kenapa?"
"Mustahil mereka mau."
"Kan waktu itu kamu pakai topeng. Pasti mereka enggak tahu. Jadi mana mungkinlah mereka takut sama kamu. Betul tidak?"
Nasrul bimbang dan ragu ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar