Bola Pingpong (3)
Oleh Wak Amin
PAK ...
Rahmat tiba-tiba menepuk tangan kanannya. Ada apa gerangan?
"Nyamuk tau," jawab Ahmad saat ditanya Johan.
"Kalau ditembak saja gimana Bos?" usul Firdaus.
Ssssst ...
Rombongan peserta rapat keluar ge dung, menuju kendaraan mereka ya ng terparkir di areal gedung perkan toran berlantai lima itu.
Dari atas gedung seberang jalan, Mr Ford membidikkan senjatanya ke sasaran utama, Mayor Hanafi
Doooor ...
Kena dada, Mayor Hanafi tewas se ketika. Maria sempat melihat ke ar ah gedung. Dia berlari kencang me nyeberangi jalan.
Dengan santainya Mr Ford berjalan melenggang sambil bersiul riang menuju mobilnya yang parkir di parkiran bawah tanah.
Dooor ...
Dooor ...
Mobil melaju, walau di tengah bero ndongan peluru yang dilesakkan Maria.
Terus mengejar ...
Lewat lift, melewati anak tangga, ketemu di areal parkir ..
Syiiit ...
Kaca separo dibuka.
"Hai sayang .." Sapa Mr Ford sambil tertawa.
Mobil pun melaju. Maria lambat be raksi setelah tadinya sempat ter kesima.
Dooor ...
Dooor ..
Menembak angin ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar