Sabtu, 10 Agustus 2019

Mana Tahan (13)

Mana Tahan (13)
Oleh Wak Amin




MENDENGAR pasukan lautnya ka lah perang melawan pasukan Yam an, Raja Jasina marah bukan main. Saking marahnya, semua tamu ya ng hendak bertemu dengannya hari ini dia tolak.

"Katakan saya sibuk. Atur ulang jad wal bertamunya," kata Raja Jasina pada sekretaris istana.

"Baik Raja," ucap si sekretaris, ber segera ke luar ruangan khusus Raja Jasina guna menemui para tamu yang sudah antre menunggu dan ingin bertemu dengan orang yang paling berkuasa di negeri Jasina saat ini.

Pangsar Jenderal Amir, beberapa saat kemudian masuk ke ruangan Sang Raja. Di ruangan itu terlihat kosong.

Kemana Raja Jasina?

Sang Raja menemui Pangsar Jen deral Amir dua menit kemudian di dampingi Jenderal Agus.

Tanpa penjelasan lebih lanjut dari Jenderal Amir, Raja Jasina berucap dengan lantang ...

"Hari ini anda saya pecat."

"Beri kesempatan saya untuk ber bicara Tuan Raja. Ada yang perlu saya jelaskan."

"Tidak ada waktu lagi Jenderal. Silakan keluar sekarang!"

"Siap Tuan Raja!"

Dua pengawal masuk dan meminta Jenderal Amir membuka pakaian di nas kemiliteran yang dia kenakan.

"Ikut kami Jenderal," kata salah se orang pengawal. Meminta Sang Jen deral masuk ke ruang ganti  pakai an yang letaknya di belakang rua ngan kedap suara itu.

Raja Jasina berbincang serius de ngan Jenderal Agus. Pengganti Jenderal Amir, yang setelah ber ganti pakaian, pamit dan keluar ruangan.

Langkah kedua kakinya tidak beru bah. Tampak mantap dan gagah. Sayang, ketika hendak memasuki mobil dinasnya, tiga perwira yang tak lain anak buahnya,  mencegat nya dan memaksanya naik mobil lain yang telah disediakan di luar pekarangan istana raja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar