Bola Pingpong (8)
Oleh Wak Amin
IIICH ...
Maria berusaha berontak. Tapi ce ngkraman Mr Ford sangat kuat.
"Aku mohon padamu nona. Kita berdamai sebentar," bisik Mr Ford. Karena mendengar suara Maria, Firdaus cs kembali memutar jetski nya.
"Sepertinya dari arah sana Bos," ka ta Johan, menunjuk ke sebelah ka nan, tempat dimana Mr Ford dan Maria bersembunyi saat ini.
"Saya kesana nona kesana."
"Emangnya kamu siapa, suruh-su ruh aku ke jalur kiri?"
Sssst ...
"Udah, jangan ngajak berantem melulu. Cepat sana!"
Ahmad melihatnya ...
"Itu dia kapalnya. Cepat dekati!"
"Siap Bos," kata Firdaus.
Begitu jetski putar ke kanan, Maria sudah memacu kencang jetskinya. Dia menuju boom tempat bersan darnya kapal-kapal besar.
Sedangkan Mr Ford masih menung gu di balik batu apung besar. Dia ba ru memacu jetskinya setelah Firda us cs hampir tiba di boom.
Seketika berubah tenang setelah ta dinya terdengar suara jetski Maria. Ia kini bersembunyi di balik kapal besar pengangkut kendaraan roda dua dan empat.
"Matika mesinnya Han," kata Ah m ad. Dia meminta Johan dan Fir da us melihat dengan jeli ke sekitar boom.
"Pasti sembunyi disini dia," duga Ahmad.
"Yakin Bos?" Tanya Firdaus.
"Tadi kan kita lihat jetski si perem puan itu mengarah ke boom ini. La gian kalau tidak disini kemana lagi dia sembunyi."
Eeeem ...
"Sembunyi dimana, ayo ...!"
"Yach, di boom inilah Bos. Bos me mang hebat," puji Firdaus dan Jo han.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar