Kamis, 08 Agustus 2019

Mana Tahan (11)

Mana Tahan (11)
Oleh Wak Amin


KINI dia sendirian ...

Beberapa anggota pasukan yang ik ut bersama mendampinginya meni nggalkannya sendirian di atas seko ci, sejenis kapal kecil bermuatan 5-6 orang.

"Cobalah kau bujuk lagi komam dantu Med," kata salah seorang daru mereka, paling akhir naik kapal perang Cahaya.

"Sudah. Dasar komandantu keras kepala. Tak mau dia. Apalah da ya ku. Aku ini kan prajurit biasa. Kau tau itu kan?"

"Ya ya. Aku tau itu. Tak usah nangis lah kau. Aku kan cuma kasih tau sa ja. Kalau tak bisa tak apa-apalah. Yang penting kita telah berbuat se suatu. Jangan sampailah orang-orang mengira kita mengkhianati komandan."

Tak lama kemudian ..

"Saudara Kolonel Santoso. Saya Ko lonel Basuki meminta anda untuk segera merapat ke kapal kami ..."

Dari atas kapal ber loudspeaker, Ko lonel Basuki mengulangi lagi per mi ntaannya agar komandan kapal pe rang Maria itu segera menyerahkan diri dan akan diperlakukan secara manusiawi.

Karena tak juga mau menyerah, se sekali melepaskan tembakan ke ar ah Kolonel Basuki, dan meleset me ngenai tiang geladak kapal, bebera pa anggota pasukan Yauman mulai gerah.

"Izinkan kami menangkapnya ko mandan," kata mereka serempak.

"Sabar. Biar saya membujuknya la gi," kata Kolonel Basuki, optimis bi sa  membujuk Kolonel Santoso un tuk menyerahkan diri.

Karena bujukannya tak pernah di gu bris, Kolonel Basuki meminta anak buahnya menyiapkan sekoci.

"Saya yang akan menghampirinya," kata Kolonel Basuki.

"Jangan komandan. Berbahaya. Serahkan saja kepada kami ..."

"Tak usah. Biarlah saya saja yang turun. Kalian awasi saja dari atas kapal .."

"Siap Komandan!"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar