Jumat, 09 Agustus 2019

Mana Tahan (12)

Mana Tahan (12)
Oleh Wak Amin



"STOOP ..!" Teriak Kolonel Laut San toso sambil mengarahkan senjata nya tepat ke kepala Kolonel Basuki.

Kolonel Basuki menolak berhenti. Dia hanya memperlambat laju se koci ...

"Stop. Atau anda saya tembak." An caman ini tidak main-main.

Pasalnya, Kolonel Santoso sempat beberapa kali melepaskan temba kan ke air, tempat dimana sekoci Kolonel Basuki melaju perlahan.

"Baik, baik. Saya akan berhenti Kolo nel ... Please, turunkan senjatanya. Kita bicara baik-baik ..."

"Tidak perlu," jawab Kolonel Santo so dengan angkuhnya.

"Kenapa Kolonel? Saya hanya ingin mengajak anda bergabung bersa ma kami. Itu saja .."

"Anda siapa?"

"Saya Kolonel Basuki, Komandan Cahaya."

"Terima kasih. Tapi saya rasa tidak perlu. Saya minta anda jangan men dekat ke saya sekarang kalau tidak peluru dalam senjata yang saya pe gang ini menembus kepala anda Kolonel Basuki."

"Anda mengancam saya Kolonel?"

"Betul Kolonel," kata Kolonel Santo so, bersiap menembak.

"Saya hitung sampai tiga Kolonel. Mundur sekarang. Cepaat!"

"Baik saya akan kembali ke kapal sekarang ..."

Balik badan ...

Trot tot ...

Trot tot ...

Guaaam ...

Sekoci meledak, tubuh Kolonel San toso tercabik-cabik di udara, sebe lum jatuh ke laut, dibawa air pasa ng.

                             *****



Tidak ada komentar:

Posting Komentar