Mana Tahan (24)
Oleh Wak Amin
SEBUAH truk lewat, tak lama kemudian ..
"Kita lompat Bos," ucap si anak bu ah. Penasaran, marah dan geram ka rena merasa telah dipermainkan Maria dan Mayor Hanafi.
Lompatan pertama berhasil. Si an ak buah sukses melompat. Tapi lo mpatan kedua gagal. Kaki sang bos nginjak ujung bak truk, terjatuh ke jalan beraspal.
Berguling-gulingan. Tapi tidak sam pai mati ...
Si anak buah tak tega melihatnya. Dia akhirnya melompat dari truk. Dia berlari mendekati bosnya yang masih terguling di jalan.
Kuatir juga si anak buah. Pasti kena marah. Karena dia lah yang punya inisiatif melompat ke bak truk.
"Bos, bangun Bos," kata si anak bu ah sambil menarik-narik tangan sang bos.
Belum juga sadar, si anak buah bi ngung. Bagaimana caranya agar sang bos sadar.
Sebab kalau tidak sadar-sadar, keta huan Pak Polisi ini. Bisa gawat. Bi sa ketangkap. Masuk bui.
Iccch ngeri aku ..
Aku tak mau masuk bui. Kalau ma suk hotel atau mal, maulah aku ...
"Johan. Han .." Sang bos memang gil si anak buah dengan suara yang amat lemah.
Si anak buah ketawa. Girang bukan main tengok bosnya sudah sadar. Sudah siuman.
"Johan. Dimana di kau?"
"Di sebelah kanan Bos," jawab si anak buah.
"Dimana aku sekarang?"
"Di jalan Bos."
Haaa!
"Dimana?"
"Di tengah jalan Bos," kata si anak buah dengan perasaan riang.
"Bukan di hotel Han?"
"Bukan Bos."
"Kenapa aku bisa disini ya Han?"
"Bos jatuh dari truk," kata Johan, terpaksa terus terang.
Haaaa!
"Kok bisa ya Han?"
"Begitulah Bos. Tadi Bos melompat ke bak truk dari atas jembatan. Wa ktu melompat ke bak truk, Bos terla mbat. Bukan bak yang diinjak tapi pintunya bak .."
"Terus, terus .."
"Karena salah injak, Bos jatuhlah ke jalan. Kasihan lihat Bos jatuh, aku lompat dari truk dan nolongin Bos. Saya takut Bos kenapa-kenapa be gitu."
"Tapi aku tak apa-apa kan Han?"
"Tidak apa-apa Bos."
"Kepalaku pecah tidak?"
"Tidak Bos."
"Tanganku luka tidak?"
"Tidak Bos."
"Kaki?"
"Tidak Bos."
Sang bos tiba-tiba menguap.
"Tolong jagain aku ya."
"Jagain apa Bos?"
"Aku ngantuk. Mataku berat. Aku mau tidur dulu. Sebentar aja."
"Siap Bos," ucap Johan, heran cam pur penasaran. (tamat)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar