Bola Pingpong (5)
Oleh Wak Amin
MR Ford sengaja menghentikan mo bilnya dekat pelabuhan. Dia tidak tu run. Tetap berada di dalam mobil. Dia menelepon seseorang.
"Dia mengejar saya Jenderal," kata Mr Ford sembari melihat ke belaka ng dari balik kaca spion.
Maria rupanya ...
"Maaf Jenderal. Si perempuan itu sudah ada di belakang mobilku se karang. Saya harus segera pergi sekarang."
Maria terkecoh. Saat dia turun dari motor dan hendak mendekati mobil Mr Ford, itu mobil melaju cepat. Se mpat ngepot pula.
Debu beterbangan kemana-mana.
"Kampret tu orang," umpat Maria. Dia kejar sampai ujung pelabuhan. Ada jembatan di sana.
Mr Ford berlari kencang menuju gar du dan tempat berlabuhnya jetski dan motor cepat lainnya.
Mr Ford melompat. Dia kepas tali sauh. Dia nyalakan mesin. Jetski pun melaju cepat.
Dari kejauhan Maria memacu ken cang sepeda motornya. Sampai di gardu tempat kapal berlabuh, dia bersitegang dengan pemilik kapal motor cepat.
"Tidak bisa Mbak. Ini mau dkapalslsebentar lagi," kata si lelaki bertu buh tinggi kurus itu.
"Saya tak mau tau. Saya siap bayar. Situ maunya berapa?"
"Maaf Mbak. Bukan saya tak mau sewakan atau apa. Tapi ini sudah dibooking. Bisa kena marah saya."
"Kan cuma sebentar. Enggak lama kok. Saya janji deh, kalau situ kena marah, saya siap enjelasinya."
Si empunya jetski masih bimbang dan ragu ...
"Mas boleh pilih. Mau sewakan, atau saya paksa pake' kapal ini sekarang!" Ancam Maria.
Mulai ketakutan ...
"Si .. si .. silakan Mbak dipake' jetskinya. Enggak usah bayar. Gratis aja," kata pria berkumis keriting itu gemetaran.
"Saya bayar nanti."
"Enggak usah Mbak. Pake' aja ..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar