Bola Pingpong (9)
Oleh Wak Amin
"HAI nona cantik. Keluarlah. Ini abang," rayu Johan.
"Bukan gitu caranya Bro merayu wanita itu," sindir Firdaus.
"Terus gimana?"
"Gini. Coba lihat caraku ..." Firdaus bersiul. Lama juga bersiulnya. Dia, Johan dan Bos Ahmad tak tahu di belakang mereka ada hiu yang kian mendekat.
Ha ha ha ...
"Cuma sebegitu aja?"
"Baru keluarin kata-kata merayu. Pasti dia mau. Keluar dari persem bunyiannya."
"Yang kata-kata merayu itu gima na. Kepingin aku mendengarnya."
"Okelah kalau begitu," jawab Firda us.
Seketika ...
Praaak ..
Byuuur ...
Si hiu menabrak jetski sampai ter belah dua. Ahmad, Firdaus dan Jo han terpental ke air.
Hiu makin beringas. Dia cabik-ca bik tubuh Ahmad, lalu Johan. Tera khir Firdaus yang nyaris berhasil naik ke atas boom.
Maria yang sempat menyaksikan adegan brutal si hiu dengan cepat naik boom. Meski kapalnya harus hancur berserakan di atas permuka an air.
Dooor ...
Dooor ...
Satu peluru yang dilesakkan Mr Fo rd berhasil melukai badan hiu. Tapi si hiu tak kenal menyerah.
Dia kejar Mr Ford. Makin beringas. Jetski berputar ke kanan. Mengeli lingi kapal besar yang siap hendak berangkat beberapa saat lagi.
Melihat Mr Ford dikejar si hiu, para kru kapal serempak keluar dari rua ngan mereka. Menuju gladak atas kapal.
Kapten Kapal, Kolonel Laut Johns on memerintahkan beberapa anak buahnya dengan melepaskan tem bakan kapsul ke arah hiu.
Tembakan kapsul tidak membuat mati si ikan hiu besar itu. Hanya berfungsi sebagai pembius. Ping san sementara waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar