Senin, 12 Maret 2018

Pulau Harimau (15)

Serial Ki Ogan



Pulau Harimau (15)
Oleh : Wak Amin




UPAYA pembebasan tahanan yang gagal total ini disiarkan sebuah stasiun televisi swasta nasional, ditonton masyarakat yang berdiam di rumah, kerja di kantoran dan pusat perbelanjaan maupun tempat lain di negeri ini.

Banyak dari pemirsa televisi yang mengutuk keras upaya pembebasan itu. Apalagi disebutkan keterlibatan kelompok bersenjata Asy-Syifa. Mereka sangat marah sekaligus memuji langkah antisipasi yang cepat dari pihak keamanan.

Sebab, jika upaya pembebasan ini berhasil, selain mencoreng nama baik pihak keamanan khususnya kepoli sian, juga akan menimbulkan keresahan di masyarakat, karena bukan tidak mungkin tindakan tak terpuji itu menimpa mereka dalam kejadian yang berbeda.

Raja Samson, setelah mendengar tertangkapnya anggota kelompok pimpinan Mayor Nawi, sangat senang. Dia mengucapkan terima ka sih atas kesuksesan mengantisipa si tindakan tak bertanggng jawab itu.

Demikian pula halnya Ki Ogan, Pedro dan Thomas. Mereka berharap pihak berwajib segera menangkap Mayor Nawi sebagai pimpinan tertinggi di Asy-Syifa.

"Kalau dia tertangkap baru amanlah negeri ini," ucap Pedro.

"Kalau tidak, atau dibiarkan saja, dia akan berbuat seenaknya. Semaunya. Sekehendak perutnya saja. Bisa-bisa terjadi perang saudara," sahut Thomas.

" Kita berdoa sajalah. Semoga kejadian yang kita tonton dan saksikan lewat televisi ini membuka mata dan hati pihak berwajib untuk ber tindak cepat dan tepat," jelas Ki Ogan.

Bagaimana dengan Mayor Nawi?

Dia marsh besar. Dia bertambah marah setelah salah seorang anak buahnya yang ditangkap pihak ber wajib menyebut dirinya sebagai da lang upaya pembebasan Agus cs yang gagal.

"Habis gue ...Paul."

"Paul ..."

Siapa Paul?

Dia adalah orang kepercayaan Ma yor Nawi. Namanya dipanggil Sang Bos untuk mencari solusi atas pelik nya kasus yang dihadapi saat ini.

"Apa perlu kita menghadap Raja?"

"Jangan Mayor."

"Kenapa?"

"Raja Samson pasti sudah tahu. Ka lau kita menemuinya sama artinya kita kepala ini untuk ditebas," kata Paul.

"Jadi menurutmu kita harus bagaimana sebaiknya?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar