Serial Ki Ogan
Pulau Harimau 16)
Oleh : Wak Amin
DEMI keamanan dan tindakan balasan yang mungkin saja dilakukan Mayor
Nawi dan kelompoknya, pihak kepolisian dengan berar hati memindahkan
sel tahanan sementara Agus cs ke penjara pinggiran kota, tempat
berkumpulnya para napi kelas kakap.
Meski demikian, khusus Agus, Iwan dan Iwin dan sang penyusup Iqbal, ditempatkan dalam satu sel. Mereka menempati sel 15.
Tentu saja mereka diawasi dengan ketat. Per dua jam petugas secara
bergantian menjaga dan mengawasi mereka. Termasuk juga napi yang
lain.
Kepindahan Agus cs ini mengaget kan Mayor Nawi. Dia sangat marah dan
berulangkali membanting tele pon, kursi dan meja. Dia tak terima
dipermainkan seperti ini.
"Bukan dipermainkan Bos. Tapi mereka takut pada kita," terang Paul.
"Takut?"
"Takut apa?"
Ha ha ha ha ...
"Takut mati?"
"Salah satunya Bos ..."
"Yang lain lagi apa Paul?"
" Mereka tahu kita akan melakukan tindakan balasan. Maka itu Agus dan kawan-kawan dipindahkan agar aman. Setelah aman .."
"Kenapa Paul?"
"Baru mereka menangkap kita ..."
Hua ha ha ha ...
"Apa mereka berani Ul?"
"Kenapa tidak Bos. Mereka kan bukan satu dua orang yang akan menangkap
kita. Tapi puluhan dan boleh jadi mencapai ratusan jumlahnya. Mereka
tahu kita kuat. Orang-orang kita banyak ...," terang Paul.
"Kalau kita serang duluan, gimana Paul?"
"Serang kemana Bos?"
"Kemana sajalah. Pokoknya kita serang lebih dulu agar mereka tahu kita ini siapa .."
"Menurut saya, tidak perlu Bos. Mengapa tidak perlu, karena jika alasannya agar mereka tahu kehebatan kelompok bersenjata Asy-Syifa.
Bukankah mereka sudah tahu tentang kita. Buktinya, teman kita Agus cs
dipindahkan tempat tahanannya.."
Mayor Nawi mengangguk.
"Eeeem .. Masuk akal juga analisamu tadi Paul," kata Mayor Nawi sembari menghempaskan tubuhnya di sofa.
Dia meminta Paul menuangkan segelas bir pakai es batu ...
Dua menit keduanya belum bicara apa-apa. Memasuki menit ketiga, Mayor Nawi seolah terperanjat dan berkata ..
"Bagaimana jika kita mengungsi dulu Paul? Apakah itu salah?"
"Tidak Mayor. Anda benar. Tapi, menurut saya, jangan semuanya."
"Separo?"
"Begitulah kira-kira Mayor. Kenapa saya usulkan separo, kalau kita mengungsi semuanya, bagaimana de ngan markas kita. Siapa yang menjaganya.
Bukankah banyak barang berharga yang kita punya di sini."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar