Cerita untuk Anak
Soleh (2)
Oleh Wak Amin
"BU Guru Elisa ..."! Sapa Soleh keti ka pulang dari sekolah. Keduanya baru hendak mengayuh sepeda.
Bu Guru Elisa di luar pagar sekolah, sementara Soleh berada di belakangnya. Soleh menyandarkan sepe danya di batang pohon, lalu memberitahu
gurunya itu jika tadi ia tidak mengatakan yang sebenarnya.
" Maafkan Soleh Bu Guru," kata Soleh. Dia sangat menyesal telah berbohong pada Bu Elisa.
"Saya serba salah Bu. Saya takut," ujar Soleh berterus terang.
"Ya sudah. Sekarang pulanglah. Nanti sore ibu coba berkunjung ke rumahnya Jamilah."
"Baik Bu."
Sore hari di kediaman Jamilah ...
Tante Hawiyah, ibundanya Jamilah sedang membersihkan pekarangan rumah. Dia memotong bunga, merapikannya sehingga jejeran bunga di pekarangan kelihatan rapi dan enak dipandang.
Dia menyambut ramah kedatangan Bu Guru Elisa.
Keduanya berbincang sejenak tentang Jamilah.
"Maafkan kami Bu Guru Elisa. Maunya tadi saya yang antar. Cuma, entah
kenapa saat diantar papanya, Jamilah justru meronta dan menangis,"
jelas Tante Hawiyah.
"Meronta gimana Bu?"
"Dia tidak mau diantar Papanya. Maunya saya. Sementara sayanya lagi enggak enak badan," terang ibunya Jamilah.
"Sakit barangkali Bu?"
"Enggak. Sehat-sehat saja Bu Elisa. Oh ya, sebentar ya Bu, saya panggilkan dulu Jamilahnya." Tante Hawiyah buru-bu ru masuk ke kamar Jamilah.
Jamilah masih tertidur pulas. Sang Ibu berusaha untuk membangunkannya, tapi si anak tak juga mau bangun.
Si ibu pasrah. Tak mau berbuat nekat. Dia biarkan Jamilah tidur pulas. Dia
keluar kamar. Menemui kembali Bu Guru Elisa yang tengah melihat
sesuatu di layar hape androidnya.
"Gimana Bu?" Agak ceria raut muka Bu Elisa setelah melihat senyuman mengulas di bibir Tante Hawiyah.
"Tidur Bu."
Sedikit kaget, meski setelah itu senyumnya mengembang.
"Ya sudah. Enggak apa-apa Bu."
"Besok mungkin saya antar dia ke sekolah Bu Guru Elisa."
"Pelan-pelan sajalah Bu. Tak usah terlalu dipaksa," saran Bu Elisa.
"Baik Bu," ucap Tante Hawiyah.
"Aduh ... Sampai kelupaan. Air minumnya Bu, saya lupa."
"Aduh ... Ibu bikin kaget saja. Saya kira apa. Tak usah repot-repotlah
Bu. Sudah sore. Sebentar lagi Mag rib. Saya harus pamit Bu."
"Maaf ya Bu ..."
Bu Guru Elisa pulang, Om Salim datang. Tapi tak sempat berpapasan, apalagi ketemuan.
Hanya dapat titipan salam ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar