Kompensasi Berbasis Syariah (4)
Oleh aminuddin
Tujuan Pemberian Kompensasi
PEMBERIAN kompensasi dalam suatu organisasi harus diatur se demikian rupa sehingga merupakan sistem yang baik dalam organisasi. Dengan sistem yang baik ini akan dicapai tujuan-tujuan organisasi, antara lain sebagai berikut:
1. Menghargai Prestasi Kerja.
Dengan pemberian kompensasi yang memadai adalah suatu penghargaan organisasi terhadap prestasi kerjs para karyawannya. Selanjutnya akan mendorong perilaku-perilaku atau performance karyawan sesuai yang diinginkan organisasi.
2. Menjalin Keadilan.
Dengan adanya sistem pemberian kompensasi yang baik akan mene kan terjadinya ketidakadilan di an tara karyawan dalam organisasi. Masing-masing karyawan akan memperoleh imbalan yang sesuai dengan tugas, fungsi, jabatan dan prestasi kerjanya.
3. Mempertahankan Karyawan.
Dengan sistem pemberian kompensasi yang baik, para karyawan akan betah atau bertahan kerja pada organisasi itu. Hal ini berarti mencegah keluarnya karyawan dari organisasi itu untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.
4. Memperoleh Karyawan yang Bermutu.
Dengan sistem pemberian kompensasi yang baik, akan menarik lebih banyak calon karyawan. Dengan banyaknya pelamar atau calon karyawan akan lebih banyak peluang untuk memilih karyawan yang berkualitas.
5. Pengendalian Biaya.
Dengan sistem pemberian kompensasi yang baik, akan mengurangi seringnya melakukan rekruitmen, sebagai akibat dan makin seringnya karyawan yang keluar mencari pekerjaan yang lebih baik atau menguntungkan. Hal ini berarti penghematan biaya untuk rekruitmen dan seleksi calon karyawan yang baru.
6. Memenuhi Peraturan-peraturan.
Sistem administrasi kompensasi yang baik merupakan tuntutan dari pemerintah (hukum). Suatu organisasi yang baik dituntut adanya sistem adminustrasi kompensasi yang baik pula (Sedarmayanti, 2010:239, Suwanto, dkk:2013-222).
Sedangkan menurut Castetter dalam Tjutju Yuniarsih dan Suwanto (2008:128) setidaknya ada 15 tujuan pemberian kompensasi, antara lain :
a. Menarik dan mempertahankan pegawai tetap yang kompeten.
b. Memotivasi personel agar menunjukkan kinerja optimum.
c. Menciptakan insentif bagi pertumbuhan kompetensi individu.
d. Meraih "maximum return" dalam layanan bagi investasi ekonomi yang dibuat dalam rencana kompensasi.
e. Mengembangkan rasa percaya diri personel di dalam maksud organisasi.
f. Membangun keadilan dan objektivitas ke dalam rencana kompensasi.
g. Membuat rencana menjadi konsisten secara internal dan kompetitif secara eksternal.
h. Menghubungkan tingkat kompen sasi dengan tingkat kepentingan dan kesulitan posisi.
i. Membuat gaji sepadan dengan macam-macam personel.
j. Menetapkan sebuah struktur kompensasi secara kondusif.
k. Memberikan kepuasan ekonomi, sosial dan psikologis kepada karyawan.
l. Meminimalisasi keluhan individu dan serikat pekerja.
m. Mengontrol kelebihan gaji, suatu item penganggaran yang secara umum mencakup empat sampai lima persen pengeluaran.
n. Mengembangkan rencana untuk kelanjutan dana yang dibutuhkan bagi suatu gaji dan benefit yang efektif.
o. Meminimalisasi pergantian personel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar