Senin, 25 Februari 2019

Mang Kerio (23)

Mang Kerio (23)
Oleh Wak Amin






NAIK tronton

Kemano?

"Pelabuhan Mang Kerio. Tau kan?"

"Taula dikit-dikit Dek Selfi," jawab Mang Kerio. Kecik gino ngantar uwong sikok.

"Leha cakmana?"

"Pernah sekali Te. Tapi la lamo. Waktu masih kecik dulu. Sekarang, la besak mak ini jadi takut."

"Takut ngapo?"

"Digoda lanang."

He he he he ...

Yang ketawo bukan Tante Selfi. Jus tru Tuti anaknyo.

"Tut!"

"Lucu Mam," uji Tuti. Ngapo lucu, yo masak samo lanang takut. Makma no kalu la kawin gek.

"Maksud Tuti, pas malam pertamo gek. Cakmanala kalu takut. Kita kan ..."

"Tut!"

"Biarin aja Dek Selfi. Namanya juga sama-sama perempuan yang ma sih lajang. Sekali-kali ngelucu ya perlu jugalah. Biar enggak cepat tua. Betul kan Nak Tuti?"

"Betul sekali Om Kerio. Mama sih kelewatan. Yang ini enggak boleh, itu enggak boleh. Semuanya pada enggak boleh. Cuma satu yang mama tak marah Om, Te."

"Apa itu Nak?"

"Makan ..."

Ha ha ha ha ...

Sampe sakit perut Mang Kerio dan Cek Leha ketawa. Semua akhirnya pada ketawa. Baru berhenti ketawa setelah tronton datang ..

Pooooon ...

Pooooon ...

Pooooon ...

"Sudah datang Mang. Yuk kita kelu ar!" Tante Selfi yang lebih dulu me nuju teras. Sebab, sang sopir hanya kenal dan tahu sama ibu berpera wakan tunggi semampai ini.

Lalu?

Sang sopir turun. Dia menemui Tan te Selfi di teras rumah ...

"Bu Selfi. Mobil sudah siap. Barang yang mau dibawa mana? Biar saya dan teman saya menaikkannya."

Sssst ...

"Bukan barang Pak. Tapi orang," ka to Tante Selfi. Batuk-batuk kecik karno geli tapi ditahan.

"Di dalam Bu Selfi?"

"Itu Pak!" Menunjuk ke kanan. Tuti yang lagi ngemil jagung bakar chi ki.

Sang sopir tengangap ...

Dak cayo dengan apo yang diselik nyo saat ini ...





Tidak ada komentar:

Posting Komentar