Minggu, 05 Agustus 2018

Entar Ya (18)

Entar Ya (18)
Oleh Wak Amin


"BOOOS ...!"

Teriak Sofan dari sebelah kiri Ki Go ndrong. Dia terpaksa pindah tem pat duduk yang semula di bak truk, ke depan,  sampung kiri orang ba yaran Pak Bendo.

"Ada apa Pan?"

"Tuh di depan truk Bos."

Pak Jaya mendekat ke Pak Bendo. Tapi Sang Bos belum bereaksi. Dia ragu, apa betul lelaki di sampingnya sekarang ini anak buahnya ataukah justru hantu yang menyamar manu sia.

"Ki Gondrong!"

Ki Gondrong turun. Mendekati Pak Jaya yang memaksa naik truk ke pada Pak Bendo.

"Hei ... Siapa kamu?" Tanya Ki Gondrong penuh selidik.

"Aku Pak Jaya."

"Bohong."

"Tidak. Nama bapak saja saya tahu ..."

"Siapa?"

"Ki Gondrong betul?"

"Betul. Yang itu?" Menunjuk Sopan yang menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.

"Sopan, temanku."

"Kalau yang itu?" Merasa ditunjuk Ki Gondrong, Pak Bendo mengisya ratkan 'tidak mau' dengan mengge rakkan telapak tangan kanannya ke kiri dan kanan berulangkali.

"Bos saya, Pak Bendo."

"Aku tetap tak percaya. Kamu hantu yang menyamar sebagai manusia. Tak usah bohong."

"Saya tak bohong ..."

"Buktikan kalau bukan ..." Tantang Ki Gondrong ...

Husyaaa ...

Guaaar ...

Satu pukulan kilat menghantam dada Ki Gondrong. Terdorong ke belakang, mengenai kap truk.

Ha ha ha ha ...

Hu hu hu hu ...

He he he he ...

Hi hi hi hi ...

Pak Jaya menghilang ...

Suasana berubah menegangkan ..

"Cepat berangkat Pak Bendo."

"Baik Ki."

Truk berjalan lambat ...

"Tungguuuu ...!"

"Tunggu oi!" Teriak Sopan, berlari menghampiri truk yang beberapa saat kemudian berhenti ...





Tidak ada komentar:

Posting Komentar