Selasa, 14 Agustus 2018

Ya (4)

Ya (4)
Oleh Wak Amin




"DIK Fendi ..."

"Dik Fendi."

Hi hi hi hi ...

"Apa sih Mbak ... Eeeh Bu Guru ya ng cantik manggil-manggil saya. Rindu ya?"

"Ke ge eran tau .."

Hi hi hi hi ...

"Bu Guru Rani kan memang cantik toh ..."

"Bukan itu Dik. Aku ke sini cuma ngingetin kamu. Janganlah kau ganggu anak muridku."

Si ghaib hanya tertawa ..

"Kamu tak lihat apa. Mereka sangat ketakutan. Muka mereka pucat. Mbak enggak suka dengan sifat usilmu itu."

"Maafkan saya Mbak. Saya tak ber maksud menakuti mereka. Saya ha nya ingin mereka tak usah takut. Masa ke toilet saja harus berdua. Sendirian kenapa sih?"

"Mereka kan anak perempuan. Wa jar saja mereka peelu ke toilet ber dua. Kalau ada apa-apa bagaimana coba?"

"Iya juga sih. Tapi menurutku jang an terlalu takutlah .."

"Takut atau tidak takut kamu tak usah ikut campurlah. Mbak enggak suka. Lagian kamu sendiri telah berjanji untuk tidak macam-macam."

"Paham Mbak ..."

Dari depan pintu masuk kelas ...

"Assalamualaikum." Sapa Bu Sita, baru kembali dari kantin sekolah. Menyeruput kopi dan sedikit kue. Tak sempat sarapan pagi saat be rangkat kerja tadi pagi.

"Waalaikumsalam."

"Ngapain di kelas Bu?"

"Lagi monten ulangan anak-anak Bu Sita," jawab Bu Guru Rani. Dia bu ru-buru mengisyaratkan teman gha ibnya untuk pergi meninggalkan ruangan kelas.

"Nanti saja kenapa Bu. Sudah. Ke ruang kerja saya saja.Bu Rani. Kita ngobrol-ngobrol. Udah lama kan tidak ngobrol."

"Enggak usah deh Bu. Tanggung sudah mau masuk ..."

"Ya udah. Kalau begitu istirahat ke dua saja. Saya tunnggu ya Bu Rani."

"Insya Allah Bu ..."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar