Jumat, 17 Agustus 2018

Yahudi Genggam Dunia (4)

Yahudi Genggam Dunia (4)
Oleh aminuddin

Kesabaran Rasulullah SAW
DI zaman Rasulullah SAW orang Ya hudi hidup secara diaspora/menye bar, ada yang tinggal di Arab Saudi terutama di kota Madinah dan Khaibar.

Ketika Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, siasat pertama yang beliau lakukan berdasarkan wahyu Allah adalah mendekati orang-orang Yahudi, sehingga mengha silkan sebuah perjanjian:

“Orang-orang Yahudi dan Islam ber sama-sama hidup rukun di Madi nah menurut ajaran agama masing-masing. Bila Madinah diserang musuh maka orang Yahudi dan Islam bersama-sama mempertahankan. Bila orang Yahudi yang diserang maka orang Islam membela. Begitu juga bila orang Islam yang diserang dari luar maka orang Yahudi harus membela orang Islam”.

Orang-orang Yahudi dalam masa berabad-abad lamanya sudah meramalkan berdasarkan kitab suci mereka bahwa akan bangkit Nabi dan Rasul baru.

Tetapi setelah Nabi dan Rasul itu lahir di Mekkah dan pindah ke Madinah serta pengaruh ajarannya bertambah luas maka orang-orang Yahudi merasa iri hati.

Lalu mereka, sekalipun sudah ada perjanjian,  senantiasa berusaha agar orang banyak tidak percaya kepada Nabi Muhammad SAW. Bahkan mereka berusaha membendung bahkan mau membunuh Nabi SAW dengan segala macam cara khianat.

Tetapi segala usaha mereka itu selalu digagalkan Allah dan mereka tetap tidak berputus asa.

Firman Allah  (QS Ali- Imran 186):

“Dan engkau (Muhammad) akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu (orang-orang Yahudi) yang musyrik, gangguan yang banyak dan menyakitkan hati. Jika engkau bersabar dan bertaqwa maka sesungguhnya itu adalah termasuk urusan yang utama”.

Bersabar dan bertaqwa tentu saja tidak berarti membiarkan saja tetapi harus melawan dengan cara yang ditentukan oleh Allah, tidak boleh melewati batas.

Berpuluh dan bahkan beratus peris tiwa demi peristiwa tentang Kaum Yahudi yang mengejek dan menghi na Rasulullah SAW dan ajaran be liau, juga mengejek Allah dan mem permainkan kalimat-kalimat-Nya, dari sejak dahulu di zaman Nabi Musa dan Harun, Daud Sulaiman, Zakaria, Yahya Isa as.

Turunlah ratusan ayat suci Al-Quran menerangkan dan menjawab ejekan dan tantangan Yahudi itu. Rasulullah SAW dan umat islam menghadapi segala tindakan Yahudi dengan cara yang baik, tetapi harus membalas tindakan kekerasan dengan kekerasan yang setimpal.

“Barang siapa yang menyerang kamu maka seranglah ia dengan cara yang seimbang dengan serangannya terhadap kamu, dan bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah berpihak kepada orang-orang yang bertaqwa”. (QS Al-Baqarah (194).

Tetapi diantara para pendeta  Yahu di ada yang beriman dan membela Rasulullah  SAW , diantaranya Hus hain dari Bani Tsalabah yang me nyerahkan semua kekayaannya un tuk perjungan dakwah Islam dan akhirnya ia mati syahid membela Islam dalam perang Uhud.

Namanya diganti Rasulullah SAW menjadi Abdullah bin Salam. Keis lamannya disembunyikan agar ti dak diketahui oleh orang-orang Ya hudi karena akan diuji  Rasulullah.

Dan ketika orang-orang Yahudi da tang ke rumah Rasulullah SAW , beliau bertanya kepada mereka:

"Apa yang kalian ketahui tentang Hushain bin Salam?”

Mereka menjawab:  “Ia penghulu kami, anak dari penghulu kami, orang alim kami dan seorang yang paling alim di tengah-tengah kami.”

Setelah mereka berkata demikian, Abdullah bin Salam muncul di te ngah-tengah mereka, lalu Abdullah bin Salam berseru kepada mereka:

“Hai Kaum Yahudi, takutlah kamu akan Allah, terimalah apa yang su dah disampaikan kepadamu dari Muhammad. Demi Allah tentu kamu tahu bahwa ia (Muhammad) adalah Rasul Allah, bahkan namanya tercantum dalam Kitab Tauratmu begitu juga sifat-sifatnya. Saya sendiri sudah beriman kepadanya.”

Usai mendengar perkataan Abdul lah bin Salam, mereka langsung berkata: "Engkau pembohong”. Mereka pun mengejeknya.

Mengertilah Rasulullah SAW bagai mana karakter bangsa Yahudi itu sesuai dengan ayat-ayat Al-Quran yang diturunkan kemudian.

Tetapi ada pula orang-orang Yahudi yang jujur dan mengimani dan mem bela Rasulullah SAW, di antaranya Said bin Syanah, Tsalabah bin Said, As`ad bin Asad bin Ubaid.

Kaum Yahudi yang tidak jujur ka rena kekuatan Rasulullah SAW se makin meluas dan berpura-pura masuk Islam padahal tujuan mere ka untuk melenyapkan Islam, bah kan kalau dapat membunuh Ra su lullah SAW, antara lain As`ad bin Hanif, Said bin Shait dan Says bin Qais. Mereka inilah yang disebut golongan Munafiqun.

Al-Quran telah memberitakan, ma syarakat ahli kitab telah menge tahui akan ada nabi terakhir yang mempimpin dunia dan mengalahkan berbagai macam suku serta golongan yang tidak mengetahui agamanya.

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

“Ingatlah ketika Isa Ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan datangnya seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (QS As-Shaf: 6).

Di ayat lain, Allah SWT berfirman:

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ

“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang Ummi yang (nama nya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mere ka, yang menyuruh mereka menger jakan yang ma’ruf dan melarang me reka dari mengerjakan yang mung kar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharam kan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka Itulah orang-orang yang beruntung” (QS Al-A’raf: 157).

Mereka juga memahami bahwa nabi terakhir ini akan tinggal di daerah yang memiliki banyak kebun kurma.

Karena alasan inilah, masyarakat Yahudi eksodus dari daerah asal nya di Syam, menuju Yatsrib (nama asal kota Madinah), untuk menyam but kehadiran nabi terakhir yang tinggal. Dalam ar-Rahiq al-Makh tum (139) diterangkan asal Yahudi di Madinah ...

وكانوا في الحقيقة عبرانيين، ولكن بعد الانسحاب إلى الحجاز اصطبغوا بالصبغة العربية في الزى واللغة والحضارة، حتى صارت أسماؤهم وأسماء قبائلهم عربية، وحتى قامت بينهم وبين العرب علاقة الزواج والصهر، إلا أنهم احتفظوا بعصبيتهم الجنسية، ولم يندمجوا في العرب قطعًا، بل كانوا يفتخرون بجنسيتهم الإسرائيلية

“Aslinya mereka adalah ibrani, namun setelah mereka pindah ke daerah Hijaz (wilayah Madinah – Mekah), mereka melebur dengan kultur arab, mulai dari cara berpakaian, bahasa, sampai tradisi dan kebudayaan. Hingga nama mereka dan nama kabilah mereka kearab-araban. Sampai terjadi hubungan pernikahan antara yahudi dengan masyarakat arab. Hanya saja, mereka masih menjaga fanatisme kebangsaan, dan tidak berasimilasi penuh dengan masyarakat arab. Bahkan mereka membanggakan diri mereka sebagai keturunan Israil.”

Perang Dingin
Sikap fanatisme masyarakat Ya hudi di Madinah, mendorong mere ka untuk berusaha merebut kota Madinah dari tangan penduduk Arab.

Untuk mewujudkan tujuan ini, me reka berusaha mengadu domba antar-suku masyarakat Madinah, yang ketika itu terdiri dari dua suku besar: Aus dan Khazraj. Hingga terjadi perang besar antara dua suku ini, yang dikenal dengan perang Bu’ats.

Ancaman Yahudi
Karena telah memiliki taurat, dalam masalah keyakinan, masyarakat Ya hudi merasa diri mereka lebih ber peradaban dibandingkan penduduk arab asli.

Abul Aliyah menyebutkan diantara doa orang Yahudi itu adalah ...

اللهم ابعث هذا النبي الذي نجده مكتوبًا عندنا حتى نعذب المشركين ونقتلهم

”Ya Allah, utuslah nabi yang telah disebutkan kisahnya dalam taurat ini, sehingga kami bisa menghukum orang-orang musyrik itu, dan membantai mereka.” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/326)

Allah SWT menceritakan hal ini da lam Al-Quran:

وَلَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا

“Dan setelah datang kepada mereka Al-Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir” (QS Al-Baqarah: 89).

Akan tetapi harapan mereka mele set. Para Yahudi itu berharap agar nabi terakhir diutus di kalangan me reka, namun ternyata Allah utus dari kalangan orang arab, suku Quraisy.

Lebih dari itu, nabi terakhir ini tidak berpihak atas nama fanatisme ketu runan Israil. Pupus sudah harapan besar mereka, hingga timbul hasad dan dengki kepada masyarakat arab. Tidak ada pilihan lain bagi mereka, selain kufur terhadap nabi terakhir itu.

Di lanjutan ayat di atas, Allah SWT berfirman:

فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِينَ ( ) بِئْسَمَا اشْتَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ أَنْ يَكْفُرُوا بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ بَغْيًا أَنْ يُنَزِّلَ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ

”Ketika telah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mere ka lalu ingkar kepadanya. Laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu. Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya” (QS Al-Baqarah 89 – 90).

Ibnu Abbas ra menceritakan ..

أن يَهود كانوا يستفتحون على الأوس والخزرج برسول الله صلى الله عليه وسلم قبل مبعثه. فلما بعثه الله من العرب كفروا به، وجحدوا ما كانوا يقولون فيه. فقال لهم معاذ بن جبل، وبشر بن البراء بن مَعْرُور، أخو بني سلمة: يا معشر يهود، اتقوا الله وأسلموا، فقد كنتم تستفتحون علينا بمحمد صلى الله عليه وسلم ونحن أهل شرك، وتخبروننا بأنه مبعوث، وتصفُونه لنا بصفته

“Sebelum diutusnya nabi, orang Yahudi berharap akan mengalahkan kaum Aus dan Khazraj dengan kehadiran Rasulullah SAW. Ketika Allah mengutus beliau dari suku arab, mereka kufur kepadanya, dan mengingkari ucapan yang dulu pernah mereka sampaikan."

"Hingga Muadz bin Jabal dan Bisyr bin Barra dari Bani Salamah me nyampaikan kepada orang Yahudi: “Wahai orang Yahudi, bertaqwalah kepada Allah dan masuklah ke da lam Islam."

"Dulu kalian ingin menghabisi kami dengan kehadiran Muhammad SAW, ketika kami masih musyrik. Kalian sampaikan kepada kami bahwa beliau akan diutus dan kalian juga menceritakan sifat beliau kepada kami.”

Namun pernyataan dua sahabat ini dibantah oleh Yahudi, melalui lidah Salam bin Misykam dari Bani Nadhir ...

ما جاءنا بشيء نعرفه، وما هو بالذي كنا نذكر لكم

”Belum datang kepada kami nabi yang kami kenal, sama sekali. Dia (Muhammad) bukanlah orang yang pernah kami ceritakan kepada kalian.”

Dengan sebab ini, Allah SWT turun kan Surah al-Baqarah ayat 89 dan 90 di atas.

Ahli Kitab
Pelajaran penting yang juga perlu kita garis bawahi, sebab terbesar orang Yahudi itu kufur kepada aja ran Nabi Muhammad SAW karena mereka iri dan dengki.

Mereka dengki dengan Nabi Mu hammad SAW dan para sahabat. Allah SWT sampaikan dalam Al-Quran (QS Al-Baqarah 89-90).

Makna: ”Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya” dalam ayat  adalah bahwa Allah SWT menurunkan kenabian terakhir kepada Nabi Muhammad SAW.

Karena desakan sifat ’iri’ itu, mereka wujudkan dalam usaha memurtadkan kaum muslimin. Allah menceritakan ...

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ

“Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat menjadikan kalian kembali kafir setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran” (QS Al-Baqarah 109).

Dua Pezina
Bangsa Yahudi dikenal licik dan ke rap menebarkan kebohongan. Bah kan ada salah satu kisah pada za man Rasulullah SAW yang menceri takan bagaimana liciknya bangsa Yahudi.

Kisah tersebut bercerita tentang dua pezina Yahudi yang memboho ngi Nabi.

Cerita bermula dari dua pezina asal Yahudi yang dihadapkan kepa da Nabi Muhammad SAW.

Pezina ini telah berupaya untuk membohongi Nabi dengan cara memanipulasi Kitab Taurat, yang berisi hukuman bagi seorang pezina agar mendapat hukuman lebih ringan dari yang seharusnya.

Kedua pezina yang merupakan laki-laki dan perempuan Yahudi itu se ring melakukan perbuatan terlarang itu.

Tindakan keduanya bahkan telah diketahui banyak orang dari bangsa nya. Penduduk pun melaporkan tingkah laku mereka kepada Rasulullah SAWvuntuk memberikan hukuman.

Pasalnya, jika perbuatan zina ini dibiarkan saja maka akan mendatangkan banyak kemudharatan dan mencoreng kehormatan keluarga.

Rasulullah SAW sangat paham bahwa hukuman pezina dalam Kitab Taurat adalah hukum rajam, tetapi beliau tetap menanyakannya kepada bangsa Yahudi sebagai bentuk kehati-hatian serta bentuk penghormatan untuk orang lain.

Namun kedua pezina itu memboho ngi Nabi dengan menerangkan hu kuman bagi para pezina yaitu cam bukan dan pukulan. Tetapi kemu dian Abdullan bin Salam menyang gahnya.


- Muslim.Or.Id

- ROSSTAR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar